Menggunakan Pendulum (1)

Karya Sig Lonegren; Disunting oleh: Bernard Prasodjo

*Apakah Dowsing itu?

Kalau kita perhatikan, banyak di antara Penyembuh Prana yang memiliki pendulum, tetapi tidak mempelajari cara penggunaannya dengan cukup baik, sehingga kurang dapat memanfaatkan pendulumnya dengan benar. Untuk itu berikut ini disajikan rangkuman teknik penggunaan pendulum, yang dipetik dari buku “The Pendulum Kit” karya Sig Lonegren. Dengan jelas, langkah demi langkah dia membimbing kita agar dapat menguasai penggunaan pendulum dengan baik dan benar.

Pada suatu hari yang cerah, kami duduk-duduk di halaman rumput di depan rumah untuk menikmati hari yang indah bersama beberapa orang teman. Tanpa disadari, isteriku Shanty, bermain-main dengan cincin kawinnya, warisan nenekku, tiba-tiba tanpa sadar, cincin itu terjatuh dan tak dapat ditemukannya kembali. Bagaimana cara kami dapat menemukan cincin yang hilang itu?

Kami membagi halaman rumput itu menjadi kotak-kotak kecil dan mulai merngais-ngais dengan kalut ke bawah rerumputan mencoba meraba barangkali cincin itu ada di situ, namun tanpa hasil.

Tiba-tiba saya teringat kalau saya membawa pendulum di saku saya. Saya punya pendulum pelor – terbuat dari logam yang cukup berat, berdiamater sebesar batang pena, panjangnya 3 sentimeter dan runcing di salah satu ujungnya, benda itu tergantung pada seutas rantai halus sepanjang 15 sentimeter.

Ketika saya memegang rantainya dengan bandul terjuntai ke bawah, segala macam pikiran masuk ke dalam benak saya, “Cincin itu pemberian nenek, dan sekarang sangat berharga bagi Shanty…., batunya sangat indah dan tak ada duanya…. mungkinkah akan hilang selamanya….? Hai, tunggu sebentar! Ini sungguh penting bagiku. Pusatkan pikiran, ada di manakah cincin kawin Shanty berada?

Pendulum mulai berayun maju-mundur membentuk garis sedikit ke sisi kiri saya, “Apakah di depanku?” Pendulum berputar searah jarum jam, untukku ini berarti ya, tengkukku mulai merinding, ini adalah cara tubuhku memberi tahu bahwa aku berada di arah yang benar, aku mencatat arah garis yang ditunjukkan tadi dalam benakku, kemudian melangkah kira-kira satu langkah ke kiri dan sedikit ke depan. Sekali lagi aku bertanya, “Di arah manakah cincin kawin Shanty berada?” Kali ini pendulum mulai berayun maju-mundur, menunjuk tepat di depanku. Dalam benakku aku bisa membayangkan garis yang pertama tadi, kemudian aku melihat ke arah yang sekarang ditunjukkan. Letak cincin pasti di titik persilangan kedua garis ini. Aku ulurkan tanganku tepat di titik persilangan di rerumputan dan meraba di bawah bilah-bilah rumput. Kurasakan cincin Shanty berada di antara jari-jariku. Bagaimana aku dapat melakukan hal seperti ini? Bagai mana mungkin ayunan pendulum logam bisa menunjukkan posisi benda berharga yang salah letak? Gejala apakah yang disebut dengan DOWSING ini, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mari kita mengawali dengan mengatakan bahwa sebagai tambahan agar bisa menjadi cara yang baik untuk menemukan barang yang hilang, DOWSING adalah sebuah cara menyeimbangkan aspek rasional kita dengan intuisi kita. Pendulum adalah sebuah alat untuk menjelajahi kesadaran kita, sebagai usaha menemukan jawaban dari pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan proses pikiran rasional atau dengan menggunakan metodologi ilmiah. Dan proses pikir rasional juga merupakan bagian integral dari proses DOWSING.

Jadi mari sekarang kita masuk ke dalam persoalan DOWSING, atau yang oleh sementara orang disebut dengan ‘divining’ atau divinasi, tak ada beda antara divining dan DOWSING. Keduanya punya arti yang sama. Dalam tulisan ini digunakan istilah DOWSING karena istilah ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan metoda penggunaan sebuah pendulum (atau alat lainnya). Namun kalau Anda lebih suka menggunakan istilah Divining, itu baik juga.

Sekarang kita akan segera mulai membahas DOWSING dengan mempelajari dua sinyal atau jawaban pendulum (ya dan tidak), yang dapat digunakan oleh intuisi Anda untuk berkomunikasi dengan Anda. Dalam upaya memahami apa sebenarnya gejala DOWSNG itu, terlebih dahulu kita perlu mengetahui perihal otak kanan dan otak kiri, dan jalan untuk mengetahuinya adalah dengan membahas bagaimana sebenarnya proses DOWSING itu bekerja. Saya yakin bahwa intuisi dan DOWSING adalah satu dan sama, dan DOWSING pasti akan membuat kemampuan intuitif Anda terlatih. Kita akan melihat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan apa sebenarnya DOWSING itu, termasuk menganalogikannya dengan radar dan membandingkannya dengan hologram.
*

Latihan

Sekarang kita akan mulai berlatih melakukan DOWSING. Agar benar-benar dapat mengerti isi tulisan ini, diperlukan partisipasi aktif Anda. Tidak mungkin Anda bisa mempelajari bagaimana melakukan DOWSING hanya dengan membaca tentang DOWSING saja, Anda harus benar-benar melakukan DOWSING itu!
*

Persiapkan pendulum Anda sekarang

Mari kita langsung melakukan latihan DOWSING yang pertama, dan mulai menggunakan alat mungil yang menakjubkan ini. Kita akan mengawalinya dengan mencari tiga jawaban berbeda yang dapat dilakukannya. Yang pertama adalah ‘posisi mencari,’ ini adalah posisi yang menandakan “Aku siap memulainya.”

Peganglah pendulum dengan posisi ibu jari dan telunjuk mengarah ke bawah, dengan tali pendulum di antaranya. Julurkan talinya sepanjang 15 cm, dari ujung jari sampai bandul pendulum. Anda boleh meletakkan siku Anda di atas meja kalau dengan begitu Anda merasa lebih nyaman.

‘Posis mencari’ adalah titik di mana Anda akan memulai semua operasi DOWSING, yang lain akan segera Anda pelajari dalam tulisan selanjutnya. Dalam menggunakan pendulum, tak ada reaksi atau jawaban yang universal. ‘Posisi mencari’ seseorang bisa tidak sama dengan yang lain. Biasanya ada dua jenis reaksi. Antara tidak ada gerakan sama sekali (bandul pendulum hanya tergantung diam tak bergerak) atau gerak maju-mundu,r ke arah Anda kemudian menjauh. Keduanya merupakan ‘posisi mencari’ yang dapat diterima. Berikut ini adalah latihan Anda yang pertama.

Peganglah pendulum Anda dengan cara seperti ini

Peganglah pendulum dengan posisi seperti yang terlihat dalam gambar di atas, katakan pada pendulum Anda “tunjukkan padaku posisi mencariku. Aku ingin tahu posisi mencariku!”

Dalam hal ini hasil yang terbaik adalah: usaha pertama Anda melakukan DOWSING sukses total, walau pendulum Anda sama sekali tidak bergerak, bila posisi mencari Anda adalah diam. Beberapa dowser (orang yang melakukan dowsing) menemukan bahwa respon ‘ya’ nya adalah gerak maju-mundur, seperti ketika Anda menyatakan ‘ya’ dengan menganggukkan kepala. Banyak juga yang menemukan jawaban ‘ya’ mereka sebagai gerak memutar berlawanan arah jarum jam. Kedua respon ini sama baiknya.

Sekarang peganglah pendulum Anda dalam ‘posisi mencari’ Anda, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah rumput yang tumbuh subur berwarna hijau?” Tentu saja Anda tahu bahwa jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘ya’, jadi nantikanlah pendulum Amda dengan sabar, adakah bedanya dengan posisi mencari Anda? Bisa juga Anda mencoba dengan cara yang lain: Tunjukkanlah ‘ya’ padaku, tunjukkan ‘ya’ padaku!”


Bila nampaknya pendulum Anda tidak ingin bergerak dengan kemauannya sendiri, gerakkanlah! Saya usulkan agar Anda menggerakkannya searah jarum jam. Ketika Anda melakukan itu, berkatalah pada diri Anda sendiri (atau dengan suara keras kalau dengan demikianAnda bisa merasa lebih yakin): “Ini adalah ‘ya’, ini adalah ‘positif’, ini adalah ‘yang’, ini adalah ‘ya’.”

Mari sekarang kita cari jawaban ‘tidak’. Bila respon ‘ya’ yang diberikan maju-mundur, mungkin Anda akan menemukan ‘tidak’ Anda dengan gerak pendululum dari sisi ke sisi yang lain. Seperti ketika Anda menggelengkan kepala Anda ketika mengatakan tidak. Demikian pula, bila ‘ya’ Anda searah jarum jam, mungkin jawaban ‘tidak’ yang Anda temukan adalah gerak berlawanan arah jarum jam. Mari kita coba mencari respon ‘tidak’ Anda dengan melakukan latihan berikut ini:

Peganglah pendulum Anda dalam posisi mencari, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah salju berwarna hijau?” sekali lagi sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya, jadi tunggulah pendulum Anda sampai posisinya berubah dari posisi mencari, ini bukan respon ‘ya’ Anda. Ini adalah respon ‘tidak’ Anda.


kalau ini tidak berhasil, tidak apa-apa. Banyak di antara para pemula yang dengan susah-payah baru berhasil membuat pendulumnya bekerja dengan sendirinya (paling tidak ini adalah perasaan yang timbul ketika untuk pertama kalinya kita melakukannya). Jadi, saya usulkan agar Anda menggerakkannya berlawanan arah jarum jam, dan katakan pada diri Anda sendiri “Ini adalah ‘tidak’, ini adalah ‘yin’, ini adalah ‘tidak’!”

Bila Anda telah melakukan latihan ini berulang kali, setiap hari selama seminggu, kemampuan Anda melakukan DOWSING dengan pendulum akan terbentuk. Sebenarnya yang terjadi adalah Anda sedang berkomunikasi dengan “bawah sadar” Anda, dan sedang menetapkan sebuah kode. Sebenarnya tidak menjadi masalah benar apapun kodenya, yang penting Anda memilikinya. Sampai di sini, dengan tiga tanda yang berbeda yang sudah Anda ketahui maksudnya, yaitu posisi mencari, ya dan tidak. Berjanjilah pada diri Anda sendiri bahwa Anda mau melakukan ketiga latihan ini setiap hari selama seminggu penuh. Ini akan benar-benar membantu Anda mengembangkan kemampuan DOWSING Anda.

(Bersambung)

———-

Komentar

  • hana  On September 19, 2010 at 6:35 am

    Pantas di coba

  • Suroso  On Januari 7, 2011 at 10:59 pm

    Pelajaran berharga…

  • Firman  On Maret 10, 2011 at 11:57 pm

    Jadi penasaran pengen nyoba !

  • jeffry  On Juli 14, 2011 at 5:02 pm

    salam sejatera……saya baru buka web ini………jawabanya SANGAT BAGUS DAN MANTAB……….saya suka sekali

  • andy  On Juli 28, 2012 at 8:11 am

    kalo pakai lot buat pertukangan apa bisa dijadikan pendulum ya? soalnya bentuknya mirip pendulum.
    Kalo dipake memprediksi harga valas apa bisa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: