Surat kepada Tuhan

(MP 25)
Seorang anak laki-laki menulis surat kepada Tuhan: “Tuhan, aku bingung, aku hanya hidup berdua dengan ibuku. Ibu sakit keras, kami tidak punya uang untuk berobat, sudah dua bulan aku belum membayar uang sekolah, karenanya aku tidak boleh ikut ulangan umum. Tolong kami Tuhan, berikan uang Rp. 100 000,- kepada kami, yang Rp. 80 000,- untuk membeli obat, yang Rp. 20 000,- akan aku pakai untuk membayar uang sekolah, segera ya Tuhan.”

Kemudian dia mengeposkan surat itu, tetapi pegawai kantorpos bingung bagaimana mengantarkan surat itu kepada Tuhan, maka dia meminta bantuan seorang polisi yang dia anggap tahu lebih banyak dibandingkan dirinya.

Polisi itu kemudian membawa surat itu ke kantornya, untuk mengetahui berapa penting isi surat itu, mereka membuka dan membaca isinya. Merasa kasihan, mereka sepakat untuk membantu dengan mengumpulkan uang di antara mereka, sampai akhirnya terkumpul Rp. 90 000,-, mereka kemudian mengirimkan uang itu ke alamat anak tadi.

Dengan gembira anak itu menerima uang “dari Tuhan” itu, kemudian dia menulis surat balasan untuk mengucapkan terimakasih kepada Tuhan: “Tuhan, terimakasih atas tanggapanMu yang cepat, tetapi Tuhan, lain kali jangan mengirimkannya lewat polisi, mereka memotongnya 10%  Tuhan. Sehingga yang aku terima hanya Rp. 90 000,-”

Dengan ketulusan, orang akan tetap bisa berbesar hati walaupun kebaikannya dibalas dengan perbuatan yang menyakitkan.

———-

Komentar

  • Daud Limbong  On Oktober 25, 2011 at 12:32 am

    salam prana….. dimana sy. bisa dptkan tempat latihan tenaga prana di kota Semarang. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.