Itu Kepunyaanku

( MP 8 )

Seorang perempuan tua meninggal dan dibawa ke Takhta Hakim oleh para malaikat. Namun ketika hakim memeriksa catatan, ia tidak dapat menemukan tindakan cinta-kasih satupun yang pernah dia lakukan kecuali sebuah lobak, yang pernah diberikannya kepada seorang pengemis yang kelaparan.

Tetapi demikian besarnya kekuatan satu tindakan cinta, sehingga kemudian diputuskan bahwa dia diangkat kesurga dengan kekuatan lobak itu. Lobak itu dibawa ke muka hakim dan diberikan kepada perempuan itu. Pada saat perempuan itu menyemtuhnya, lobak mulai naik seperti ditarik oleh penggerak yang tak kelihatan, mengangkat perempuan tua itu menuju surga.

Datanglah seorang pengemis. Ia memegang pinggir pakaiannya dan terangkat bersama perempuan tua itu, orang ketiga berpegang pada kaki pengemis itu dan ikut terangkat juga. Tidak lama kemudian, sudah ada sederetan panjang orang-orang yang terangkat kesurga oleh lobak itu. Dan mungkin aneh nampaknya, perempuan itu tidak merasa terbebani oleh berat semua orang, yang berpegang padanya dan ikut terangkat bersamanya, nyatanya, karena dia memandang kesurga, dia tidak melihat mereka semua.

Mereka naik makin tinggi dan akhirnya mereka hampir sampai ke pintu gerbang surga. Pada waktu itu perempuan itu melihat kebawah untuk terakhir kalinya, menyapukan pandangannya kebumi, sehingga dia melihat deretan orang yang bergelantungan dibawahnya.

Ia menjadi marah. Dia memerintah dengan melambaikan tangannya sambil berteriak. “Pergi!! Pergi semua kamu!! Lobak ini kepunyaanku!!”

Karena melambaikan tangan untuk memerintah, ia melepaskan tangannya sesaat saja dari lobak itu – dan dia terjatuh kebawah membawa seluruh rombongan.

Hanya ada satu penyebab kejahatan didunia ini: “Itu kepunyaanku….”

(Anthony de Mello)

———-

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.