Sikap Batin

Oleh : Bernard Prasodjo (MP 27)

Suatu ketika seorang Guru mengajukan pertanyaan kepada seseorang yang datang dari kota ingin berguru kepadanya. Dengan sabar sang Guru mendengarkan maksud kedatangannya, kemudian mengajukan pertanyaan: “Belakangan ini pernahkah kamu memarkir mobilmu menghalangi pintu rumah orang?” “Pernahkah kamu memarkir kendaraanmu di jalan sempit sehingga menghalangi kendaraan lain yang mau lewat? ”Pernahkah kamu memarkir kendaraan secara tidak tertib dengan tidak mengikuti jalur garis yang sudah ditentukan?” “Pernahkah kamu tidak mengembalikan kunci kamar hotel yang terbawa, membuang sampah sembarangan, bekerja baik hanya kalau di awasi?”

“Guru, saya datang kemari untuk belajar spiritualitas, mengapa Guru menanyakan hal sepele seperti itu? Saya sungguh tidak mengerti.” keluhnya.

“Jawab saja pertanyaan tadi.” ujar sang Guru.

“Kemarin saya memarkir kendaraan saya melintang, tetapi itu karena tempat itu selalu sepi, jadi tidak ada yang akan terganggu.”

Maka sang Guru berkata, “Nampaknya belum saatnya kamu mempelajari spiritualitas, kamu tidak akan dapat memahaminya, datanglah beberapa tahun lagi, persiapkanlah dirimu baik-baik, karena nanti pertanyaan seperti itu harus kamu jawab lagi.”

Nampaknya kurangnya kepekaan, kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan, tertib dan bertanggung jawab merupakan pertanda kurang matangnya landasan spiritual seseorang, itu juga merupakan syarat utama untuk mempelajari spiritualitas, karena tanpa kepekaan, tanpa punya kepedulian, rasa tertib dan tanggung jawab, ajaran spiritual yang sederhana sekalipun akan sulit dicerna dan dipahami. Itulah sebabnya dalam ajaran Penyembuhan dengan Tenaga Prana, dilakukan secara berjenjang, mulai dari Tingkat Dasar, Tingkat Lanjut, Tingkat Psikoterapi, secara tidak disadari sebenarnya kita sedang dilatih dan dipersiapkan untuk menerima ajaran yang lebih tinggi, ditambah lagi dengan Penyembuhan Prana dengan Kristal, Pertahanan Diri Secara Psikik dan Kewaskitaan, di sini kepekaan, afirmasi, keyakinan, pemahaman spiritual dan doa cukup berperan, karena diharapkan bahwa semakin tinggi ‘ilmu’ seseorang, harus semakin tinggi juga spiritualitasnya. Baru setelah itu Kriya Shakti, Feng Shui dengan Prana, Manajemen Perusahaan, yang lebih condong ke dunia fisik dan materi. Itu semua berjalan seiring dengan kursus Meditasi Penyadaran Diri, Yoga Arhatik Tingkat Persiapan, Tingkat 1, 2 dan seterusnya yang lebih menekankan pada pemurnian diri secara fisik, eterik, emosi, mental dan spiritual; Peningkatan spiritualitas dibutuhkan agar dengan demikian kita dapat membangkitkan energi kundalini secara bertahap dan aman sehingga pada gilirannya dapat lebih mudah terhubung kepada Sang Pencipta. Dalam ajaran Penyembuhan Prana, keseimbangan antara materi dan spiritual sangat ditekankan. Perlu kita ketahui bahwa dari pemikiran yang kita utarakan, perkataan dan tingkah laku kita sehari-hari, tingkat spiritualitas kita dengan mudah dapat dibaca oleh mereka yang sudah lebih berkembang spiritualitasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s