Monyet ke Seratus

(MP 39).

Monyet Jepang, Macaca Fuscata, Telah diamati di habitatnya selama lebih dari 30 tahun. Pada tahun 1952 di pulau Koshima para ilmuwan memberi mereka makanan ubi jalar yang sudah dipotong-potong, ubi itu ditebar di pasir. Monyet-monyet itu sangat menyukai rasa ubi jalar mentah tersebut, walau untuk pertama kalinya mereka merasa tidak nyaman karena ubi itu kotor karena banyak sekali butir-butir pasir yang melekat padanya.

Seekor monyet betina berumur 18 bulan yang diberi nama Imo, menemukan jalan keluar dari masalah itu, dia mencuci potongan ubi itu di parit yang terdapat di tempat itu. Dia mengajarkan cara mencuci ubi itu kepada ibunya. Teman bermainnya juga belajar cara baru itu, kemudian mengajarkannya kepada ibu mereka masing-masing.

Kebiasaan baru yang terjadi didepan mata para ilmuwan itu secara bertahap ditiru oleh beberapa jenis monyet. Di antara tahun 1952 sampai tahun 1958, semua monyet muda belajar mencuci ubi berpasir itu agar mudah dikunyah. Hanya monyet dewasa yang menirukan anak-anaknya saja yang belajar mencuci ubi mereka. Monyet dewasa yang lain tetap saja memakan ubi berpasir.

Kemudian sesuatu yang luarbiasa mulai terjadi. Pada pertengahan tahun 1958, semua monyet Koshima dewasa mulai mencuci ubi mereka, tidak diketahui berapa banyak tepatnya. Mari kita anggap ketika di suatu pagi saat matahari terbit, ada 99 ekor monyet di pulau Koshima yang telah belajar mencuci ubi mereka di parit. Kemudian kita anggap bahwa pada siang harinya ada seekor monyet lagi mencuci ubinya. Dan hal itu akhirnya terjadi!!

Pada sore harinya semua monyet dalam kelompok itu mencuci ubi mereka sebelum memakannya. Tambahan energi dari monyet keseratus dengan cara tertentu telah menciptakan terobosan ideologi!

Tapi perhatikanlah! Hal yang paling mengagumkan yang diamati para ilmuwan adalah bahwa kebiasaan mencuci ubi itu kemudian menyeberang lautan. Kelompok monyet di pulau lain serta monyet-monyet di daratan di Takashiyama mulai mencuci ubi mereka!! Sulit membayangkan bagaimana hal itu bisa terjadi! Monyet keseratus itu menggenapi kekuatan energi ke sembilanpuluh sembilan monyet lainnya sehingga mempunyai daya pancaran maksimal.

Nampaknya kumpulan energi sejenis dalam jumlah yang mencapai ambang batas yang diperlukan, mempunyai kekuatan luar biasa memancarkan sinyal berisi pesan tentang kemampuan baru itu kepada monyet-monyet lain dalam radius yang cukup jauh!

———-

2 comments on “Monyet ke Seratus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s