Warisan Marcel Vogel, 4

9. Medan magnit anggur dan air

Anggur dialirkan dalam tabung spiral mengelilingi kristal Vogel

Salah satu bidang riset utama yang dilakukan dalam Psychic Research Laboratory adalah meneliti hubungan antara air dan kristal kwarsa. Telah ditemukan bahwa dengan memutarkan air mengelilingi Kristal Kwarsa Asahan Vogel yang sudah dikuatkan (di charge) menyebabkan terjadinya banyak perubahan pada air. Perubahan ini disebut sebagai menstruktur.

Seperti yang kita ketahui, air terdiri dari satu atom oksigen dan dua atom hidrogen yang disatukan dalam satu ikatan. Adalah kekuatan fisik, hampir sama seperti gravitasi, yang mengikat atom-atom ini menjadi satu.

Air yang sudah distruktur dapat dianggap sebagai air yang mempunyai tingkat ikatan yang lebih kuat di antara molekul-molekulnya yang berdekatan, dibandingkan dengan air yang belum distruktur. Air yang distruktur juga membentuk semacam kristalin yang terdiri dari rantai molekul yang memanjang yang dapat dibedakan dari molekul air disekitarnya oleh kualitasnya yang konsisten seperti yang dijumpai pada kristal cair, misalnya peningkatan birefringence (pembiasan ganda) dan menurunnya titik beku.

Mikrostat adalah jajaran bersegi dan geometris yang dimiliki air ketika mereka berada dalam keadaan terstruktur. Kristal kwarsa menunjukkan mikrostat tetapi bukan mesofas (fase semi kristal), ketika dalam keadaan permanen yang padat bukannya tingkat transisional atau semi padat. Ketika berbagai sudut molekul kristal kwarsa diamati, sebuah landasan yang tepat bagi resonansinya dengan molekul air diperoleh.

Pola geometris mendasar dari kwarsa dan air adalah tetrahedron. Molekul air, terikat bersama, membentuk tetrahedron-tetrahedron dalam lingkaran yang miring atau terlipat. Kemiringan ini terjadi karena sudut ikatan yang ada di antara setiap tiga molekul air. Sudutnya adalah 109,5 derajat. Heksagon datar yang normal mempunyai sudut 26 derajat. Molekul air dengan sudut yang lebih kecil, kalau mereka dibentuk menjadi heksagon, harus punyai struktur yang tidak seimbang yang tidak dalam bidang yang rata melainkan membentuk sebuah benda tiga dimensi.
Pola Geometris Tetrahedron
Bentuk Heksagon

Menstruktur air di sekeliling Kristal Kwarsa Asahan Vogel sepenuhnya tergantung pada program yang ditanamkan ke dalam kristal. Program itulah yang menghasilkan perubahan keadaan yang mendadak. Program fundamental yang dapat membawa perubahan yang dramatis pada air adalah cinta tanpa syarat. Dalam penstrukturan air dan anggur pertanyaan yang timbul adalah: adakah medan energi yang terbentuk ketika air itu diputar mengelilingi kristal.

Sebuah magnometer diletakkan di dalam ruang penstrukturan dan satu seri pengukuran diambil ketika air diputar disekeliling kristal. Dalam ruang itu dipasang tabung spiral stainless steel, yang berdiameter 3/4 inci, dengan tujuh putaran spiral dengan arah putaran ke kanan. Diameter spiral itu besarnya kira-kita 6 inci. Kristal Kwarsa Asahan Vogel yang sudah diprogram dipasang, dengan ujung runcingnya mengarah ke bawah, dengan pegangan yang khusus dibuat untuk itu, kemudian diletakkan di tengah spiral.

Kotak atau pembatas untuk spiral dan kristal dibuat dari kayu pinus dan dilapisi dengan sirlak (sejenis vernis). Magneto-meternya dipasang di sisi kotak dengan kepala sensor diletakkan diruang di antara kristal dan tabung spiral. Suhu dijaga agar tetap 70 derajat farenheit, dan kotaknya ditutup rapat. Setiap kali yang digunakan adalah 1000cc air.
Setiap satu putaran mengelilingi kristal, 50cc air sampel diambil untuk dianalisa dengan Omega-5, 50cc diambil untuk diukur pH dan daya konduksinya, dan sedikit sampel diambil untuk diteliti infra-merah dan ultra-violetnya dengan spektro-fotometri.

Hasil dari eksperimen ini menunjukkan bahwa:

  1. Air yang diputar di dalam tabung spiral menghasilkan medan energi yang lemah, tetapi dapat diukur.
  2. Kristal kwarsa dapat ‘diisi’ dengan ’informasi’ dan diselaraskan dengan medan yang dihasilkan oleh air yang diputar.
  3. Diperlukan sedikit tenaga agar pemindahan informasi terjadi (misalnya 1 sampai 4 putaran mengelilingi kristal).
  4. Jumlah putaran dapat dimodifikasi dengan memrogram kristal.
  5. Dimungkinkan untuk menggunakan lebih dari satu operator.
  6. Pemindahan program merupakan pemindahan resonansi tanpa menghilangkan program aslinya, walaupun telah ratusan kali dilakukan eksperimen dengan sistem ini.
  7. Air dibuat jadi magnet yang permanen. Medannya tetap konstan setelah airnya berhenti berputar dan daya magnitnya dapat dihilangkan dengan menggunakan sejumlah penghilang daya magnit.

Perubahan mendasar pada air yang ditemukan setelah air diputar mengelilingi kristal adalah:

  1. Berkurangnya tekanan permukaan.
  2. Munculnya dua berkas cahaya baru dalam spektrum infra-merah dan ultra-violet, ini menunjukkan adanya peregangan ikatan molekul air. Ini mengindikasikan adanya lebih banyak energi dan informasi baru dalam air.
  3. Daya konduksi air meningkat.
  4. pH air dapat dinaikkan sampai 3 poin, ada penurunan kadar asam atau alkalin.
  5. Titik beku dapat turun sampai serendah -30 derajat celcius.
  6. Sejumlah molekul yang signifikan akan menjadi berjajar dalam kluster-mikro atau rangkaian molekul; dengan teratur, sistematik dan dengan pola berulang. Air menjadi sebuah sistem kristal cair yang mampu menyimpan informasi.

Pendapat Marcel:

“Penstrukturan ini akan menghasilkan yang terbaik bila pengujian kadar logamnya dilakukan dengan spektro-fotometer ultra violet, di mana ditemukan adanya peningkatan dalam penyerapan ultra violet dikarenakan oleh peningkatan ikatan air dari rantai ikatan pada rantai itu sendiri. Momen magnetik dari struktur ini meningkat 0.07 gauss dan ada juga peningkatan pH dan daya konduksi dielektrik di situ. Mendidihkan air yang telah distruktur tidak menunjukkan adanya perubahan pada spektrum ultra violetnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebuah perubahan kimiawi yang permanen telah terjadi. Ketika setetes dari air silika yang sudah terstruktur ini dikeringkan di atas lempeng kaca dan dibandingkan dengan air silika yang belum di apa-apakan, fotomikrograf menunjukkan adanya kristal silika berbentuk menyerupai jarum pada tetes air yang distruktur sedangkan pada air yang belum diapa-apakan mengering menjadi agar-agar silika yang tak berbentuk. Ini menunjukkan bahwa proses penstrukturan air menghasilkan pengaruh penstrukturan atau merapikan struktur larutan.”

Kristal, pada kasus ini diprogram dengan niat cinta tak bersyarat. Air dapat diprogram dengan informasi tertentu tergantung pada informasi yang diprogram ke dalam kristal. Kalau misalnya kristalnya diprogram dengan penenang, air akan mengambil karakteristik atau getaran ini. Meminum air itu akan menyebabkan kantuk atau relaksasi yang dalam.

Penerapan praktis dari proses ini termasuk untuk pertanian, pengawetan buah-buahan, dan juga bermanfaat untuk penyembuhan yang potensial.

Pola energi dari unsur penyubur dapat disimpan di dalam kristal dan kemudian dipindahkan ke air. Kemudian air itu digunakan untuk mengairi tanaman. dari percobaan skala kecil ini ditemukan bahwa tanaman yang ditangani dengan cara seperti itu menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang cukup berarti dibandingkan dengan tanaman yang tidak diperlakukan dengan cara demikian.

Walaupun dalam kebanyakan kasus ditemukan bahwa air menghasilkan medan magnit yang lemah, pada sebuah kesempatan tercatat adanya efek yang berbeda. Biasanya efek yang ditemukan dicapai dengan mengitarkan air di dalam tabung gelas spiral pyrex yang dipilin tujuh kali searah jarum jam, mengelilingi sebuah kristal Vogel. Dengan membalik posisi kristal sehingga ujungnya yang runcing mengarah ke atas, ada energi yang terlepas sehingga mengangkat Vogel dari lantai dan membenturkannya ke dinding. Saat itu dia berdiri dalam jarak kira-kira semeter dari peralatan ketika peristiwa itu terjadi. Setelah itu matanya terasa seperti terbakar seolah-olah karena menerima radiasi yang intens.

Air kurang dikenal karena sudah demikan akrab dengan kita. Kita baru saja menemukan kekuatan yang ada dalam cairan yang berlimpah ruah ini. Ketika air disirkulasikan dan diputar di sekeliling kristal yang sudah dikuatkan, kekuatan yang luarbiasa dapat muncul. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan sifat dasar dari energi ini.

Walaupun nampaknya di situ terdapat medan magnit yang terukur, pada kenyataannya itu hanyalah karena pengaruh dari sesuatu yang lebih mendasar dibandingkan dengan medan elektro magnetik. Bagaimanapun, harus diingat bahwa medan yang timbul dari kristal maupun cairan ketika diberi daya, apapun sifat dasar dari medan itu, dapat dihilangkan dengan seperangkat alat penghilang magnit.

Dr. Glen Rein menamakan enrgi ini medan kwantum atau energi non-hertzian. Dr. Rein menyatakan bahwa medan kwantum ini tidak terpengaruh oleh waktu dan jarak. Itu ada hubungannya dengan observasi yang dilakukan oleh Marcel tidak hanya dalam penelitiannya terhadap air, tetapi juga pada penelitian awalnya dengan tanaman. Pengamatannya nampaknya untuk mengatasi hukum segi empat terbalik.”

Istilah “pemindahan informasi” digunakan untuk menggambarkan gejala energi yang tidak berada dalam spektrum elektro magnetik yang diterima secara tradisional.

Walaupun agak samar, istilah “informasi” mengindikasikan bahwa ada sejenis peng-kode-an yang teliti dan bukan sekedar energi yang tidak memenuhi syarat. Ketika pemindahan informasi terjadi dari Kristal Vogel ke air, anggur, jus, atau bahkan susu, terjadi perubahan mendadak dan segera pada sifat-sifat alami cairan tersebut.

Sebagai contoh, pada tahun 1986, saya diberi dua botol anggur. Yang satu adalah pemenang Chardonnay 1983 dari kebun anggur Sycamor Creek. Botol yang kedua berasal dari tempat yang sama, tetapi bertahun 1986 dan baru dibotolkan. Ada perbedaan yang besar di antar keduanya, baik rasanya, aromanya maupun warnanya.

Saya mengambil sampel dari anggur yang bertahun 1986 dan menghasilkan ukuran dari ketiga parameter Omega-5; nilai penanda, medan dalam, dan medan luar. Kemudian saya menggunakan Omega-5 untuk memprogram sebuah Kristal Vogel dengan informasi tadi. Setelah itu saya letakkan kristal di tengah tabung gelas pyrex berbentuk spiral. Tabung pyrex itu ditaruh dalam kotak kayu. Kemudian saya tuangkan anggur tahun 1986 melalui tabung, sehingga dia bersirkulasi di seputar kristal. Saya melakukan ini tujuh kali, sampel pertama melalui tabung spiral sekali, sampel ke dua duakali, sampel tiga, tiga kali; dan seterusnya. Saya juga menyediakan sampel kontrol.

Ditemukan bahwa sampel empat benar-benar sama dengan anggur tahun 1983 dalam rasa, aroma maupun warnanya. Keenam sampel yang lain tidak ada yang sama dengan anggur tahun 1983, dan ternyata sampel 5 sampai 7 terasa pahit dan hampir tidak bisa diminum.

Kemudian sampel keempat di taruh di Omega-5 dan diukur. Nilai yang diperoleh kemudian ditransfer ke Kristal Vogel. Kristal kembali diletakkan dalam peralatan dan sisa anggur tahun 1986 disirkulasikan diseputarnya. Dalam pengujian rasa yang subyektif oleh kami semua yang ada di laboratorium, anggur tahun 1986 itu terasa seperti duplikat anggur tahun 1983.

Pendapat Marcel:

  1. Sebuah kristal Vogel yang diselaraskan dengan air (454), diprogram dengan informasi sehingga anggur akan dimatangkan dengan semua reaksi yang potensial dalam susunan kimianya.
  2. Anggur kemudian diputar mengelilingi kristal 1 sampai 5 kali.
  3. Kemudian anggur itu diukur dengan Omega-5 setelah setiap putaran.
  4. Dibuat keputusan anggur mana yang paling baik.
  5. Informasinya kemudian ditransfer ke dalam kristal master dan anggur kemudian diproduksi dengan menggunakan kristal master. Ketika informasi menjadi kritis (putaran ke 4), sebuah perubahan yang tiba-tiba pada keadaan anggur terjadi dengan cara yang nyaris sama seperti yang kita lihat pada kristal cair.

“Saya yakin bahwa kami melihat transfer informasi yang kritis dalam anggur yang bisa menyebabkan perubahan mendadak pada susunan kimia dari sistem itu.”

“Kami temukan bahwa kita dapat mentransfer sebuah program untuk sebuah unit laboratorium menjadi unit industri yang lebih besar dan kemudian memproses anggur dengan teratur tanpa mengurangi kecepatan dalam proses pembotolan. Penstrukturan yang kami capai dalam bidang perangguran tidak dipengaruhi oleh proses penyaringan anggur atau oleh peralatan pembotolan. Kami dapati bahwa anggur yang distruktur lebih tahan terhadap penurunan mutu ketika diekspose ditempat terang dan akan mempertahankan rasanya dalam jangka waktu yang lebih lama.”

Prosedur mensirkulasikan cairan disekeliling sebuah Kristal Vogel yang sudah diprogram telah dilakukan tidak saja dengan air dan anggur, tetapi pada jus dan susu.

Dalam kasus jus, percobaan berikut dilakukan oleh Marcel dan Dr. Brian O’Leary. Tujuh gelas jus jeruk digunakan dalam eksperimen ini. Satu gelas digunakan sebagai kontrol. Gelas pertama berisi jus yang telah di putarkan disekeliling kristal satu kali. Gelas ke dua berisi jus yang diputarkan mengelilingi kristal dua kali. Gelas ketiga berisi jus yang sudah diputarkan mengelilingi kristal tiga kali dan seterusnya sampai gelas keenam. Ke dalam setiap gelas kemudian disuntikkan jamur. Kristalnya telah diprogram dengan cinta tanpa syarat.

Setelah satu bulan diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Gelas kontrol: sepenuhnya berjamur dan berlendir.
  2. Gelas 1: sangat mirip dengan gelas kontrol.
  3. Gelas 2: sedikit kurang berjamur dibandingkan gelas 1.
  4. Gelas 3: lebih sedikit mengandung jamur dibandingkan dengan gelas 2.
  5. Gelas 4: agak gelap tetapi tidak tumbuh jamur sama sekali.
  6. Gelas 5: agak gelap dan ada pertumbuhan jamurnya ekstensif.
  7. Gelas 6: pertumbuhan jamurnya juga ekstensif.

Hasil yang diamati di sini adalah dalam kaitannya dengan observasi terhadap eksperimen pada air dan anggur. Putaran keempat mengelilingi kristal nampaknya adalah yang paling efektif dalam kaitannya dengan transfer informasi dan pencapaian hasil yang optimal. Berkenaan dengan putaran yang keempat, nampaknya pada putaran itu masih belum cukup informasi yang ditransfer ke dalam anggur, air atau jus, dan setelah putaran keempat nampaknya terjadi kelebihan informasi. Sekali tingkat optimal transfer energi dicapai, terjadilah penurunan mutu atau degenerasi yang cepat dalam medium yang digunakan, bahkan lebih parah dari sampel kontrolnya.

Seperti juga seorang pribadi mencapai titik jenuh dalam menerima informasi-informasi yang baru, demikian juga dengan cairan. Demikian juga, susunan kimia dari cairan mulai memburuk dengan sangat cepat karena terlalu banyak menerima informasi. Semakin banyak informasi ditambahkan, penurunan mutunya semakin parah.

Anggur yang diproses dengan cara ini, sekali dibuka dapat dibiarkan selama berminggu-minggu tanpa adanya kerusakan. ini juga terjadi pada susu. Penurunan secara kimiawi nampaknya hanya minimal saja.

———-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s