Ketidak Tahuan=Petaka

KETIDAK TAHUAN – PANGKAL MALAPETAKA

Berdasarkan definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), manusia dikelompokkan berdasarkan usia sebagai berikut: Usia Pertengahan (Middle Age) usia dibawah 65 tahun , Junior Old Age usia antara 65 sampai 74 tahun, Formal Old Age anatara 75 sampai 90 tahun, Longevity Old Age – orang tua berusia panjang yaitu antara 90 sampai 120 tahun.

Sebenarnya berapakah usia biologis maksimum yang dapat dicapai manusia? Berdasar Prinsip Biologi, usia binatang menyusui antara 5 sampai 7 kali masa pertumbuhan hingga dewasa. Masa pertumbuhan manusia pada umumnya diukur dari masa tumbuhnya gigi susu terakhir sebagai patokan perhitungan, yakni usia 20 sampai 25 tahun. Jadi rentang hidup terpendek manusia seyogyanya adalah 100 tahun dan terpanjang 175 tahun. Usia normal rata-rata manusia umum diakui adalah 120 tahun.

Akan tetapi, apa sebenarnya yang telah terjadi? Kenyataannya rata-rata usia 70 tahun sudah meninggal dunia, usia seakan diperpendek 50 tahun, bahkan begitu banyak orang mulai menjadi tidak sehat pada usia 40 tahun, usia 50 tahun sudah menderita penyakit jantung koroner, usia 60 tahun meninggalkan dunia., jadi lagi lagi usia manusia lebih pendek 50 tahun ketika dihinggapi penyakit. Bahkan ada penelitian menyatakan anak SD sudah ada yang menderita tekanan darah tinggi, SMP-SMA menderita arterio sclerosis.

Apakah hal ini berhubungan dengan kemajuan ekonomi, meningkatnya kemakmuran?

Tidak. Ini salah! Salah sama sekali! Hal ini disebabkan karena minimnya pencerahan mental – batiniah , minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan – Health Knowledge and awareness .

Orang bijak mengingatkan, jangan mati karena keteledoran, jangan mati karena kebodohan, sebab banyak penyakit yang dapat dicegah sehingga terhindar dari pemborosan biaya pengobatan dan bahkan menunjang kearah usia panjang dan sehat.

Ada beberapa contoh kejadian, seseorang sakit mendadak sampai memerlukan perawatan di Unit Gawat Darurat hanya karena sayang pada sayur yang akan kehujanan dan dengan mengangkat- memindahkan sayur dengan sepenuh tenaga sehingga terkena serangan jantung mendadak. Kasus lain seorang usia lanjut bangun mendadak dan kemudian terjatuh – perdarahan otak – kelumpuhan sampai akhirnya meninggal dunia setelah dirawat beberapa saat.

Hal-hal ini sebetulnya  dapat dicegah, bila seseorang pernah memperoleh pendidikan kesehatan: “bahwa orang yang biasa kurang bergerak dan tidak pernah olah raga, tidak boleh dengan tiba-tiba mengerjakan pekerjaan fisik yang berat,” maka tentu akan terhindar dari malapetaka tersebut.

Beberapa Ilmuwan menekankan untuk mengatasi hal tersebut khususnya bagi Warga Usia Lanjut dengan memperhatikan dan mengamalkan  kata-kata mutiara :

“Tiga Kali Setengah Menit dan Tiga Kali Setengah Jam ”

 

TIGA KALI SETENGAH MENIT

1.  Setengah menit pertama.

Ketika terjaga dari tidur, rebahlah dulu kira-kira setengah menit.

2.  Setengah menit kedua.

Duduk diranjang selama setengah menit.

3.  Setengah menit ketiga.

Turunkan kedua kaki kelantai selama setengah menit.

Dengan melewati 3 kali setengah menit tersebut, tanpa membuang uang sepeserpun, dapat dihindari kekurangan darah ke otak, jantung dapat bekerja normal, menghilangkan kemungkinan jatuh – patah tulang, serangan jantung , stroke.

.

TINJAUAN BERDASAR ENERGI PRANA.

Setengah menit pertama terjaga dari tidur, dapat diisi dengan doa berdasar agama kita masing-masing bersamaan dengan melakukan pernafasan prana sehingga vitalitas kehidupan kita akan meningkat.

Setengah menit kedua – duduk diranjang selama setengah menit, dapat diisi dengan kegiatan meditasi ringan singkat, memohon cinta kasih Tuhan dan menebar cinta kasih kealam seisinya. Sehingga kita menyongsong hidup dengan penuh cinta kasih – tutup dengan senyum yang tulus pada diri sendiri dan sekitar.

Setengah menit ketiga – turunkan kaki di lantai selama setengah menit, menyalurkan energi berlebihan melalui cakra telapak kaki ke bumi, sehingga kita menjalankan kegiatan hari esok dengan energi yang seimbang. Cakra tubuh baik mayor minor dan mini seimbang, daya tahan tubuh akan meningkat dalam keseimbangan sehingga berbuah sehat jasmani sehat rohani, sehat fungsi dan sosial.

Amien

.

TIGA KALI SETENGAH JAM

1.  Setengah jam pertama.

Setiap pagi, bangun tidur olah raga selama setengah jam.  Baik senam, Tai Chi, lari

pagi, jalan cepat dengan jarak tidak kurang dari 3 km atau olah raga yang cocok.

2.  Setengah jam kedua.

Tidur tengah hari selama setengah jam.

Hal ini  diperlukan  oleh  jam  biologis  manusia  dengan  tidur siang ini maka akan

masih dapat bekerja dengan semangat di siang dan sore hari.

Terutama  bagi  Usia  Lanjut  yang biasanya  tidur  tidak  terlalu malam dan telah

bangun pagi-pagi sekali, jadi memerlukan istirahat sedikit di tengah hari.

3.  Setengah jam ketiga.

Berjalan kaki perlahan-lahan selama setengah jam setelah makan malam.

Diharapkan Para Usia Lanjut akan dapat tidur dengan nyenyak, dapat mengurangi

kemungkinan terjadinya Myocardial Necrosis dan tekanan darah tinggi.

Namun apabila ternyata secara tak terhindarkan penyakit kronis telah bersarang di tubuh, maka jalani pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter ahli.

.

TINJAUAN BERDASAR PRANA

1. Setengah jam pertama – olah raga setengah jam pagi hari, seperti kita ketahui sinar matahari pagi mengandung energi prana yang banyak dan bagus, sehingga dengan olah raga pagi disamping mengaktifkan cakra-cakra juga akan dapat menyerap energi prana matahari pagi. Waktunya dibatasi yaitu hanya setengah jam sehingga mencegah masuknya energi prana yang berlebihan. Sinar matahari pagi juga mengandung unsur warna violet yang bermanfaat untuk menghancurkan energi negatif.

2. Setengah jam kedua – istirahat tidur siang setengah jam, pada siang menjelang sore energi prana mulai menurun, siang/sore hari kita telah banyak beraktivitas, energi mungkin telah mengalami gangguan keseimbangan, jadi perlu istirahat, dengan tujuan tubuh akan menyeimbangkan atau menyembuhkan dirinya sendiri sesuai dengan Hukum Pemulihan Diri (MCKS).

3. Setengah jam ketiga – jalan kaki perlahan selama setengah jam setelah makan malam, setelah makan cakra yang akan lebih aktif adalah cakra pusar dan cakra solar-plexus agar pencernaan dapat berjalan lancar. Saat jalan-jalan perlahan otot rangka tubuh aktif demikian juga cakra-cakranya terutama cakra dasar di samping cakra yang lain sehingga terjadilah keseimbangan antar cakra-cakra dalam tubuh. Sehingga hasil pencernaan karena giatnya cakra pusar dan solar-pleksus akan mudah dimanfaatkan oleh otot dan rangka tubuh disamping oleh jaringan lain. Secara medis bila otot bergerak aktif maka reseptor otot untuk menangkap gula meningkat, sehingga bila telah terdapat hasil pencernaan dalam darah akan mudah masuk kejaringan.

.

Bagaimana bila tubuh telah terkena penyakit kronis?

Diwajibkan untuk berobat ke medis sesuai dengan spesilisasinya, dapat dibarengi dengan pengobatan prana karena sesungguhnya pengobatan prana bersifat komplenter terhadap pengobatan medis.

Berdasar penelitian di bidang prana, energi prana dapat meningkatkan efektifitas hasil pengobatan obat medis, dan juga dapat mengurangi efek samping dari obat terhadap penderita. Pengalaman penulis sendiri sudah ada beberapa kesaksian pasien, bahwa minum obat dan terjadi efek samping akan tetapi setelah obat-obat tersebut dibersihkan dengan energi prana ternyata seijin Tuhan efek samping tidak muncul. Maha Besar Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Jadi, dengan cara melaksanakan Tiga kali setengah menit dan Tiga kali setengah jam sebenarnya merupakan tindakan prevention – pencegahan yang sederhanan dan dapat mengurangi serangan penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s