Hunza: Shangri La yang Asli

Lembah Hunza adalah Shangri La yang Asli

Sumber: About.com

Siapa sebenarnya kaum Hunza ini?

Di awal tahun tujuh-puluhan, National Geographic secara ekstensif mempublikasikan serangkaian artikel infestigatif berkenaan dengan klaim mengenai umur panjang orang-orang di seluruh dunia. Kaum Hunza, yang hidup di bagian utara Pakistan adalah salah satunya. Kaum Hunza dan lembah di mana mereka tinggal merupakan daerah yang sangat terkenal di kawasan itu. Lembah Hunza terletak di daerah pegunungan yang tinggi, lembah subur yang mendukung pertanian ini terisolasi dari bagian lain dunia. Ada yang mengatakan bahwa Lembah Hunza inilah yang mengilhami James Hilton penulis buku fiksi tentang Shangri La: “The Lost Horizons” yang pertamakali diterbitkan pada tahun 1933.

.

Berapa lama mereka hidup?

Tidak ada yang benar-benar tahu. Para dokter memeriksa orang Hunza dan memperkirakan dengan sebaik-baiknya berapa sebenarnya usia mereka. Tanpa terlalu mempedulikan pada usia maksimum yang telah didokumentasikan, fakta yang sungguh luar biasa adalah bahwa semua laporan mengenai orang Hunza menyebutkan bahwa semua populasi berusia lanjut sangat baik kesehatannya, fit, penuh vitalitas dan benar-benar bebas dari penyakit.

.

Bagaimana mereka bisa terbebas dari penyakit?

Singkatnya: Olah raga. Pegunungan di mana kaun Hunza tinggal benar-benar sebuah daerah yang keras dan kaum Hunza ini menjalani hidup mereka dengan bergerak di lintasan yang berat dan terjal. Banyak yang mengatakan bahwa mereka menjalani hidup jauh lebih keras dibandingkan dengan para Sherpa (penunjuk jalan sekaligus pembawa beban) yang tersohor di pegunungan Himalaya.

.

Bagaimana dengan diet mereka?

Sebagian besar diet mereka adalah sayuran, yang dimakan mentah-mentah. Kaum Hunza tidak punya cukup akses guna memperoleh bahan bakar untuk memasak, juga tidak punya banyak binatang untuk dimakan, maka mereka menanam apa yang bisa mereka tanam, serta mencarinya di lingkungan sekitar mereka. Aprikot, ceri, anggur, plum dan buah persik semuanya mereka tanam. Mereka juga banyak memakan biji-bijian: gandum, barli serta padi-padian.

.

Namun apakan mereka benar-benar bahagia?

Pasti. Pada kenyataannya, para peneliti menyebut mereka dengan “Orang yang paling bahagia di dunia ini.” Kaum Hunza menikmati dan mensyukuri kehidupan mereka, barangkali dengan cara tertentu juga disebabkan oleh kegiatan fisik dalam kehidupan mereka yang keras dan gaya hidup yang sederhana.

.

Apa yang dapat kita pelajari dari kaum Hunza?

Ada tiga hal:

–         Mengkonsumsi makanan mentah, sayur dan buah-buahan.

–         Berolah-raga setiap hari.

–         Mempunyai pandangan hidup yang positif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s