Bahaya Radiasi Nuklir

Bahaya Radiasi Nuklir di Jepang

Seperti sudah kita ketahui bersama, pada tanggal 11 Maret 2011 sebuah gempa bumi berkekuatan 9.0 Mw pada skala Richter terjadi pada jam 14.46 waktu setempat di lepas pantai Jepang. Sebagian Jepang luluh-lantak oleh gempa maha dahsyat serta tsumani setinggi lebih dari 10 meter. Reaktor Nuklir 4, 5 dan 6 di Fukushima Daiichi telah ditutup karena terkena bencana gempa dan perlu segera diperbaiki. Reaktor yang tersisa dihentikan secara otomatis setelah gempa, namun tsunami yang kemudian menyertainya telah menenggelamkan reaktor itu, menghancurkan generator darurat yang dibutuhkan untuk menjalankan pompa yang digunakan untuk mendinginkan dan mengontrol reaktor tersebut.

Banjir dan gempa menghambat bantuan yang datang dari berbagai penjuru. Selama hari-hari selanjutnya ada bukti bahwa telah terjadi pelelehan nuklir di sebagian reaktor 1, 2, dan 3. Ledakan hidrogen menghancurkan bagian atas bangunan pelindung di reaktor 1 dan 3; sebuah ledakan lain menghancurkan bagian dalam reaktor 2. Dan kebakaran besar terjadi di reaktor 4.

Sebagai akibat kebocoran dan ledakan di reaktor nuklir di Fukushima ini semakin membuat orang khawatir terkena radiasi. Perhatian pada paparan radiasi nuklir di Jepang tidak hanya dirasakan oleh orang-orang di sekitar komplek nuklir Fukushima Daiichi, tetapi juga di Negara-negara tetangga Jepang. Masyarakat khawatir akan adanya kemungkinan pengaruh jangka panjang dari paparan radiasi. Penduduk sangat khawatir setelah terjadi ledakan yang ketiga di reaktor Fukushima.

Menurut para ahli, akibat yang ditimbulkan oleh meledaknya reaktor nuklir di Fukushima kemungkinannya sangat kecil akan mencapai Negara-negara tetangga, terutama bila dibandingkan dengan kerusakan lebih parah yang pernah terjadi di Three Mile Island (1979) dan Chernobyl (1986). Dua bencana nuklir besar yang sangat menakutkan karena telah membuat ribuan anak terkena kanker tiroid.

Sejauh ini. Pakar kesehatan di seluruh dunia tengah mengamati tingkat radiasi di jepang. Pemerintah Jepang terus berupaya menahan berlanjutnya krisis nuklir ini, salah satu caranya adalah dengan menyemprotkan air dari atas helikopter guna membatasi penyebaran zat-zat radioaktif. Pemerintah Jepang telah mengevakuasi lebih dari 170.000 orang yang tinggal dalam radius 20 kilometer dari reaktor nuklir tersebut, serta memberikan peringatan kepada mereka yang tinggal di radius 50 kilometer agar tetap tinggal di dalam rumah dan menutup semua ventilasi udara.

Kekhawatiran lain yang timbul adalah terpaparnya sayuran dan air minum di sebagian wilayah Jepang oleh radiasi nuklir, ini membuat kehidupan sebagian masyarakat di sana semakin sulit.

Kita semua berharap dan berdoa agar Jepang segera terhindar dari semua masalah yang ditimbulkan oleh bencana ini dan dapat memulihkan diri dengan segera. Kita juga berharap bahwa kemajuan perbaikan serta penghentian reaktor nuklir di Fukushima berjalan dengan baik dan cepat seperti yang diharapkan berbagai pihak.

Sebagai Penyembuh Prana apa yang dapat kita lakukan untuk Jepang? Di akhir Meditasi Jantung Kembar, pada saat melepaskan kelebihan energi, berkatilah Jepang dengan Terang, Kasih dan Kuasa Ilahi, berkatilah mereka seperti sebelum kita mengakhiri meditasi kita… lakukan ini sesering mungkin. Untuk memudahkan visualisasi kita, berikut kami sertakan peta Jepang serta gambar kawasan reaktor nuklirnya…

 

Dirangkum dari berbagai sumber.

Untuk Perawatan Prana Bagi yang Terkena Radiasi: KLIK DI SINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s