Konferensi Pelatih Sedunia

Konferensi Kepemimpinan Pelatih Penyembuhan Prana Sedunia

Oleh: Bernard Prasodjo

Pranic Healing Instructors’ Leadership Converence di selenggarakan pada tanggal 18-21 Maret 2010 di Vedic Village, Kolkata, India. Konverensi ini dihadiri oleh lebih dari 400 orang pelatih dari seluruh dunia. Indonesia diwakili oleh 14 orang pelatih, namun karena berhalangan 2 orang pelatih terpaksa pulang sebelum acara dimulai.

Sebagian peserta Indonesia berfoto bersama di depan tenda

Enam orang master hadir pada kegiatan ini, mereka adalah Master Nona Castro, Master Daniel Gorgonia, Master Faith Sawey, Master Herminia Corcuera, Master Daphne Bigcas dan Master Hector Ramos. 2 orang Master, Master Glenn Mendoza dan Master Stephen Co berbicara melalui Video Streaming dari tempat mereka masing-masing. Selain para Master di atas, beberapa orang Murid senior juga hadir sebagai pembicara, mereka antara lain adalah Stefan Weiss, Sriram Rajagopal, Marilette Liongsong, Alejandra Armas, kemudian Tjetjep Muljana dan  Hazel Wardha.

Beberapa orang “Tokoh Prana” berpose bersama. Mereka adalah (dari kiri ke kanan) Marilette Liongsong, Master Danny Gorgonia, Cathy (putri sulung Master Choa), Master Daphne Bigcas, Master Faith Sawey, Master Herminia Corcuera dan Stefan Weiss. Tidak nampak dalam gambar: Master Nona Castro dan Master Hector Ramos.

Perjalanan dari Indonesia ke Kolkata, kemudian ke Vedic Village tidak dilakukan dalam satu rombongan. Ada yang dari Jakarta ke Kualalumpur, baru ke Kolkata, ada yang lewat Singapura, ke New Delhi baru ke Kolkata, Ada yang berangkat satu minggu dimuka dan berkeliling India dulu, baru ke Kolkata. Namun perjalanan yang sangat mengesankan adalah perjalanan dari Kolkata ke Vedic Village yang memakan waktu hampir 2 jam, kami berempat di jemput di bandara kemudian bermobil menuju Vedic Village, pengemudi mobil di sana sangat berbeda dengan pengemudi di Indonesia, mereka lebih sering membunyikan klakson dan sangat sedikit menggunakan rem, membuat perjalanan selama hampir dua jam itu menegangkan, mirip naik roller coaster. Syukur kami sampai ke tujuan dengan selamat.

Pelatih dari Indonesia dan Filipina berfoto bersama di sela-sela istirahat makan siang.

Walau nampak gersang, berdebu dan panas, maklum musim kemarau, namun lokasi penyelenggaraan di Vedic Village yang sangat luas itu cukup menyenangkan, tentu saja karena semua yang hadir adalah para instruktur Penyembuhan Prana, tentu mereka sangat tertib, tepat waktu dan tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Ini membuat acara yang sangat padat itu demikian lancar. Selain sambutan dari salah seorang putri Master Choa Cathy Choa, pokok bahasan yang ditampilkan sangat menarik.

Pokok bahasan yang disampaikan dalam pertemuan itu antara lain:

  1. Kepemimpinan dan kemampuan berbicara didepan public bagi Instruktur Penyembuhan Prana, bagaimana  saya mempelajari nya dan apa yang saya pelajari dari Master Choa Kok Sui. Oleh Acharya Hector S. Ramos.
  2. Kepemimpinan Arhatik, oleh Acharya Nona Castro.
  3. Mengembangkan Kepemimpinan Penyembuhan Prana: Memperdalam kesadarandiri dan hidup dalam cahaya ajarannya. Oleh Master Glenn J. Mendoza melalui video streaming.
  4. Instruktur Penyembuhan Prana sebagai penggerak utama karya GMCKS. Oleh Acharya Herminia Corcuera.
  5. Menemukan Master di hati para Pelatih. Oleh Acharya Daphne Bigcas.
  6. Kekuatan kerja kelompok dan cahaya masing-masing pribadi. Oleh Stefan Weiss
  7. Kebenaran yang mana? Sedianya disampaikan oleh Tjetjep Muljana (namun tidak jadi disampaikan karena yang bersangkutan harus pulang lebih awal).
  8. Mengembangkan hasrat: Sebuah alat kepemimpinan yang penting. Oleh Acharya Danny Gorgonia.
  9. Aspek transformative kepemimpinan. Oleh Marilette Liongson
  10. Teknik Praktis agar lebih banyak murid yang mendaftar dan tetap bertahan di tahun 2010 dan selanjutnya. Oleh Acharya Stephen Co melalui video streaming.
  11. Menciptakan kekayaan holistic: Bagaimana mempromosikan teknologi GMCKS kepada hadirin yang lebih luas. Oleh Hazel Wardha. (Sayang beliau berhalangan hadir sehingga makalahnya tidak disampaikan).
  12. Bagaimana membuat slides yang menarik. Oleh Alejandra Armas.

.

.

Penulis berfoto bersama Master yang paling senior: Master Nona Castro

Selain makalah-makalah di atas masih ada beberapa topik yang dibawakan oleh para murid senior. Serta acara persaudaraan lainnya, bahkan ada sponsor yang menyediakan 10 buah laptop sebagai hadiah.

Walau bukan merupakan rombongan terbesar, Indonesia mendapatkan banyak keistimewaan khusus. Terimakasih banyak pada panitia penyelenggara.

Konverensi ini sangat berkesan serta membekali kami semua dengan semangat baru untuk lebih giat menyebarkan ajaran Penyembuhan Prana dan Yoga Arhatik GMCKS.

♦♦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s