Kristal dan Vajra

Oleh : Bernard Prasodjo

Tulisan ini disajikan dalam sarasehan penyembuhan Prana V di Puncak akhir tahun lalu oleh Dr. Ir. Sandy Adnyana.

.

VAJRA, SISI LAIN PENYEMBUHAN DENGAN KRISTAL

Dalam berbagai kesempatan, baik dalam lokakarya resmi maupun pada saat makan malam di sebuah restoran, mendiang Master Choa sering kali mengetengahkan teknik-teknik penyembuhan yang baru, yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan bisa dilakukan.

.
Menyembuhkan dengan menggunakan sumpit

Pada saat selesai makan malam di sebuah restoran, yang biasanya ditemani oleh belasan Penyembuh Prana, Master Choa bertanya, apakah ada di antara yang hadir di seputar meja makan yang sedang sakit, tetapi jangan yang menahun, karena tidak ada maka Master kemudian bertanya pada para pelayan restoran, ada seorang pramusaji yang sudah beberapa hari merasakan sakit di ulu hatinya. Kemudian Master menggerak-gerakkan sumpit bekas beliau maSkan, mengarahkannya ke lambung pramusaji tadi sambil berkata, “Sembuh, sembuh, sembuh…!!! Pramusaji itu begitu takjub karena sakitnya sudah hilang. Hal seperti itu dilakukan juga pada saat Master Choa memandu lokakarya.

Pada saat Konvensi Penyembuh Prana Dunia yang ke Empat di Kanada, pada saat meditasi Purnama Master menggunakan Vajra atau Dorjee untuk menarik dan memancarkan energi ke hadirin. Kemudian pada Konvensi Penyembuh Prana Dunia ke Lima di Bali, Master Choa mendemonstrasikan penyembuhan dengan menggunakan Vajra atau Dorjee. Bagaimana cara membuat sumpit bisa menjadi alat penyembuh? Sama seperti kalau kita menggunakan kristal, memang sumpit kurang kuat, tetapi bisa dibuang sekali pakai, tidak perlu setiap kali membersihkannya. Setelah digunakan bisa langsung di buang, kemudian mengambil sumpit berikutnya.

.
Kristal dan Vajra

Dalam makalah ini akan dibahas tentang pemanfaatan kristal dan Vajra atau Dorjee sebagai alat penguat energi ketika kita melakukan penyembuhan.

Master Choa mengajarkan cara menggunakan Vajra atau Dorjee sebagai alat bantu penyembuhan.

.

Tentang kristal untuk penyembuhan, sedikit banyak kita sudah mengetahui kegunaannya, walaupun perkembangan pengetahuan dan teknik pemanfaatannya terus berubah dan semakin berkembang. Sebaiknya para penyembuh prana terus mengikuti perkembangan itu, kita beruntung punya seorang Master yang semasa hidupnya terus memberikan pengetahuan dan bimbingan, baik dalam hal peningkatan spiritualitas, kemakmuran maupun teknik penyembuhan, dan biasanya perkembangan teknik Penyembuhan Prana amat dinantikan untuk kemudian diadopsi oleh beberapa aliran penyembuhan lain seperti yang saat ini kita saksikan.

Dalam suatu kesempatan di konvensi dunia yang lalu, Master memperagakan cara penggunaan alat bantu penyembuhan yang baru, yang nampaknya terbuat dari logam sejenis tembaga yang panjangnya lebih kurang 20 sentimeter, benda itu digunakan untuk melakukan penyembuhan dengan cara yang sama seperti ketika sedang kita menggunakan kristal, benda itu disebut dengan Dorjee (Tibet, Nepal, Buthan), atau Vajra (Sansekerta) sebuah istilah baru yang kedengaran asing bagi kebanyakan telinga kita. Marilah di sini kita berbagi pengetahuan baru mengenai kristal dan Vajra atau Dorjee itu.

.
Kristal

Master Choa menggunakan kristal aktivator di tangan kiri dan kristal laser di tangan kanan

Untuk menggunakan kristal dengan aman, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, terutama yang berkaitan dengan cara melipatgandakan energi dan menghindari kontaminasi energi kotor dari pasien. Seperti telah kita pelajari, agar energi yang kita pancarkan bisa lebih kuat, disarankan agar kita menggunakan kristal aktivator di tangan yang satu, dan kristal penyembuhan ditangan yang lain, dengan demikian energi prana yang kita berikan kepada pasien kita menjadi lebih kuat dan lebih halus, sehingga dapat dengan mudah diserap oleh tubuh pasien, dengan demikian membuat penyembuhan yang kita lakukan lebih manjur.

Juga sudah kita pelajari bahwa kristal aktivator yang digunakan sebaiknya lebih besar dari kristal penyembuhan kita. Bahkan dalam buku dikatakan bahwa yang ideal adalah kristal yang beratnya paling tidak 200 gram. Dalam konvensi yang lalu Master menunjukkan cara yang lebih efektif lagi, yaitu dengan menggunakan bola ‘clear quartz’ sebagai aktivator, atau kalau tidak tersedia, bisa diganti dengan bola kristal ‘rose quartz‘. Ketika memegang bola kristal tersebut, jauhkan dia dari cakra limpa, agar cakra yang lembut itu tidak menerima energi berlebihan. Posisi tubuh penyembuh juga harus sedemikian rupa sehingga chakra limpanya jauh dari pasien.

Kristal yang belum di asah lebih cocok dipakai untuk penyapuan, yang sudah di asah baik untuk penyapuan maupun pemberian energi.

Penggunaan kristal untuk penyembuhan (laser crystal) juga terus berkembang, secara umum kita menggunakan kristal yang sudah dipoles, karena kristal yang belum dipoles lebih cocok untuk melakukan penyapuan saja. Pada umumnya kristal yang kita gunakan adalah kristal yang secara alami berpenampang segi enam, jadi dia mempunyai enam sisi, yang membentuk piramid bersisi enam di ujungnya. Dalam perkembangannya, sebagai hasil penelitian seorang ilmuwan bernama Marcel Vogel yang menyimpulkan bahwa energi kristal akan semakin kuat bila sisinya diperbanyak, kristal temuannya disebut dengan kristal Vogel (lihat gambar), bentuk kristal seperti ini sudah dipatenkannya. Kebanyakan kristal Vogel yang digunakan saat ini bersisi 12, walau ada juga yang bersisi 8, 10, 16 ataupun 20. Kemudian dalam perkembangannya, muncul lagi berbagai variasinya, salah satunya, agar dapat lebih sempurna memancarkan energi keemasan yang sangat ampuh itu, pangkal dari kristal Vogel ini dibulatkan, kemudian di bor searah panjang kristal sedalam hampir setengah panjang kristal itu sendiri, kemudian diisi dengan emas 18 karat berbentuk silinder, dan tentu saja itu membuat harganya menjadi sangat mahal. Lebih jauh mengenai seluk beluk kristal Vogel ini, pada kesempatan lain akan dibahas secara lebih lengkap.

Berbagai macam kristal Vogel, dimensinya harus diperhitungkan dengan sangat teliti agar kekuatannya maksimal.
.

Berbagai jenis kristal dengan kegunaan yang berbeda.

Kemudian dilain kesempatan Master juga mengatakan bahwa sebaiknya kristal yang kita gunakan dibulatkan pangkalnya sehingga akan sangat mengurangi pancaran energi kotor yang keluar melalui sudut-sudut tajam di pangkal kristal, terutama di saat kita melakukan penyapuan, ini sangat penting untuk menghindarkan penyembuh dari kontaminasi energi kotor dari pasien kita dan menjaga kebugaran kita sebagai penyembuh. Posisi tubuh penyembuh dalam merawat pasien juga penting, yaitu dengan menjauhkan chakra limpa kita dari pasien. Setelah kita tahu alasannya, sekarang sebaiknya marilah kita bulatkan pangkal kristal yang kita miliki.

.
Vajra atau Dorjee

Dorjee adalah kata dalam bahasa Tibet yang sama artinya dengan Vajra dalam bahasa Sansekerta, yang dalam bahasa Indonesia berarti petir dan juga intan. Di Tibet Dorjee dapat berarti sikap duduk tertentu (mudra) dalam meditasi. Tetapi dapat juga benda suci atau alat bantu penyembuhan, perlu juga diketahui bahwa Dorjee juga merupakan nama favorit bagi pria Tibet. Dalam artikel ini kita akan membahas dorjee sebagai alat bantu penyembuhan.

.

Sejak dahulu kala, Vajra atau Dorjee bersama dengan genta dan tasbih, merupakan perlengkapan upacara para pendeta, sekarang ini dorjee dapat di beli ditoko-toko, terutama di Tibet, Cina, Thailand dan India. Biasanya Vajra atau Dorjee ini mempunyai sembilan, lima atau tujuh kelopak yang menyatu di ujungnya, biasanya dipangkal kelopak diberi ornamen khusus. Kebanyakan dorjee dibuat dari tembaga, walaupun ada juga yang dari emas maupun dibentuk dari kristal. Vajra melambangkan kekuatan, baik spiritual maupun jasmani, sebagai intan, Vajra melambangkan tingginya spiritualitas dan kemampuan siddhi atau kekuatan spiritual, intelektual dan astral yang supernormal. Oleh sebab itu Vajra lebih cocok digunakan oleh orang yang sudah berlatih cukup tinggi dalam meningkatkan spiritualitasnya. Sebelum digunakan, Vajra ini perlu juga diprogram seperti pada kristal. Cara memegang Vajra adalah dengan digenggam seperti memegang tombak.
.
.
Vajra atau Dorjee yang sudah sering digunakan dalam upacara sangat baik dipakai sebagai alat bantu penyembuhan. Sebelum menggunakannya, kita harus tahu ujung sebelah mana yang memancarkan energi, karena bentuk dorjee ini simetris, jadi salah satu cara yang mudah untuk menentukannya adalah dengan menelusurinya, kalau mau kita juga bisa menggunakan pendulum. Setelah kita tahu ujung yang nanti akan kita gunakan untuk memancarkan energi, ujung itu kita beri tanda, biasanya dengan mengikatkan benang di situ.

Tahap berikutnya adalah membersihkan energinya, dengan menggunakan air garam, dupa, kemudian lembayung listrik dan doa.

Sekarang kita siap menyucikannya, seperti pada kristal, kita juga melakukan konsekrasi tiga tahap, setelah itu kita program, antara lain untuk melakukan penyembuhan, dan menentukan jangka waktu kekuatannya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.
.

Setelah digunakan untuk penyembuhan, kita dapat menguatkan kristal atau vajra yang sudah diprogram dengan meletakkannya di dekat kristal cluster yang sudah diprogram juga.

—–59——

2 comments on “Kristal dan Vajra

    • Vajra atau dorjee banyak terdapat di negara2 penganut Buddha atau Hindu, di Indonesia kita bisa memperolehnya di Bali. Harga tergantung ukuran dan bahannya, yang biasa, dari bahan kuningan harga antara Rp.300- Rp.600rb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s