Ttg Penyembuhan Jarak Jauh

LEBIH JAUH TENTANG PENYEMBUHAN JARAK JAUH

Oleh: Bernard Prasodjo (MP 22)

Sebagai seorang penyembuh prana, apa lagi yang aktif menerima pasien, tidak dapat tidak kita pasti sering diminta untuk melakukan penyembuhan jarak jauh. Karena memang itu merupakan salah satu keunggulan dari penyembuhan dengan tenaga prana.

Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan benar adalah komitmen kita sebagai penyembuh, sekali kita menyanggupinya, kita harus melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.

Penyembuhan jarak jauh akan dapat lebih mudah dan lebih efektif dilakukan bila pasiennya dalam keadaan reseptif, untuk itu perlu ditentukan waktu yang tepat, misalnya pada jam 7.00 malam, pada jam itu pasien diminta duduk dalam posisi reseptif sambil berdoa memohon kesembuhan selama lebih kurang 30 menit, dan pada saat yang sama penyembuhnya mulai melakukan perawatan. Bayangkan saja kalau kita melakukan penyembuhan jarak jauh pada pasien yang sedang beraktifitas, apa lagi kalau aktifitasnya memerlukan energi yang cukup banyak, misalnya sedang berolah raga, itulah sebabnya lebih baik kita terlebih dahulu membuat janji dengan pasien kita.

Penyembuhan jarak jauh akan sulit dilakukan kalau pasiennya tidak reseptif dan cenderung menolak, ataupun karena dia tidak percaya akan teknik penyembuhan yang kita lakukan. Walaupun efeknya tetap ada, namun akan lebih memakan waktu dan hanya sedikit saja pemulihan yang terjadi. Oleh karena itu dalam hal pasiennya tidak reseptif atau terlalu banyak kegiatan, penyembuhan jarak jauh yang kita lakukan akan lebih efektif kalau dilakukan di saat pasien sedang tidur. Itulah sebabnya seorang penyembuh kadang menanyakan jam berapa biasanya pasien tidur.

Kalau penyembuh tidak mengenal pasiennya, biasanya dia meminta foto pasien yang ingin dirawat. Tetapi dalam perawatan yang kemudian kita lakukan, penting untuk meniatkan bahwa kita sedang merawat pasien yang fotonya ada dihadapan kita, bukannya menyapu dan memberikan energi ke fotonya.

Bagaimana kalau tidak ada fotonya? Banyak cara sangat sederhana yang bisa kita lakukan, misalnya dalam hati kita katakan: “Saya merawat pasien yang tadi baru saja menelpon,” atau “saya merawat adik bungsu dari ibu ini, yang menderita penyakit peradangan hati,” yang penting adalah agar energi kita bisa sampai ke tujuan dan tidak menyasar ketempat lain. Kadang, untuk lebih meyakinkan, seorang penyembuh perlu menanyakan tiga hal: pertama adalah nama lengkap pasien, tetapi masih ada kemungkinan beberapa orang mempunyai nama yang sama, sehingga agar perawatan yang dilakukannya sampai ketujuan, perlu juga ditanyakan tanggal lahir pasien itu. Walau sangat kecil, masih ada kemungkinan ada orang dengan nama yang sama dan dilahirkan pada tanggal yang sama, jadi diperlukan informasi tambahan yang ketiga, yaitu alamat. Hampir tidak mungkin ada orang dengan nama yang sama, tanggal lahir yang sama dan tinggal dirumah yang sama pula.

Bagaimana cara memanfaatkan informasi lengkap itu dalam penyembuhan jarak jauh? Perlukah kita setiap kali menyebut nama, alamat dan tanggal lahir pasien kita? Sebenarnya itu tidak perlu, hanya pada awal perawatan saja kita menyembutkan: “Saya sedang menyembuhkan A, yang lahir pada tanggal sekian, dan beralamat di B,” ini diperlukan untuk membangun hubungan eteris dengan pasien, setelah itu secara berkala cukup menyebutkan nama pasien saja di sela-sela perawatan yang sedang kita lakukan.

Beberapa pengalaman

Seorang penyembuh telah membuat janji dengan pasiennya untuk melakukan penyembuhan jarak jauh padanya nanti pada jam 10 malam, tetapi karena kesibukannya yang sangat banyak dia lupa melakukannya, tetapi yang mengherankan, keesokan harinya pasien tadi menelpon dan mengucapkan terimakasih karena sakitnya telah hilang. Bagaimana mungkin hal semacam ini bisa terjadi? Begitu seorang penyembuh dengan tulus hati berniat menyembuhkan, sebenarnya secara tidak sadar dia sudah mengirimkan energi penyembuhan kepada pasiennya, walaupun tidak secara maksimal. Biasanya ini sudah cukup untuk bisa menyembuhkan penyakit ringan. Ini adalah sebuah contoh yang menyenangkan.

Contoh yang lain: Seorang ibu dengan wajah khawatir datang ke seorang penyembuh prana meminta agar dia merawat anaknya yang sedang bekerja di sebuah kapal pesiar dan sekarang sedang berada di Italia, anaknya belakangan menderita ayan. Kalau sampai atasannya tahu dia pasti diberhentikan, itulah sebabnya teman-temannya selalu menutupi dan melindunginya ketika serangan ayannya datang, agar kejadian itu tidak diketahui oleh atasannya.

Penyembuh prana ini menyanggupi untuk merawatnya dari jauh. Tetapi karena mendadak dia harus keluar kota selama beberapa hari dengan acara yang begitu padat, dia sama sekali tidak ingat untuk merawat pasiennya yang berada di Italia.

Seminggu kemudian ibu tadi datang kembali. Dari ucapannya, si penyembuh tahu bahwa dia dipersalahkan karena perawatan yang dilakukan terhadap anaknya ternyata malah memperparah penyakitnya, serangan ayannya membuatnya terjatuh dan kepalanya membentur bibir meja dan itu membuatnya gegar otak. Sekarang dia dirawat di rumah sakit dan dapat dipastikan bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya.

Dalam keadaan seperti ini, apa yang bisa dikatakan oleh penyembuh prana tadi? Mengatakan dengan sejujurnya bahwa dia lupa merawatnya? Apakah ibu tadi bisa mempercayainya? Mungkin ibu itu malah akan menganggap bahwa dia hanya berkilah saja, atau mungkin malah meminta pertanggungan jawab pada si penyembuh, kalau dirawat, kemungkinan kejadian seperti itu tidak akan terjadi! Atau berbohong dengan mengatakan bahwa perawatan yang dilakukannya hanyalah perawatan standar seperti yang tertera di buku dan itu tidak akan membahayakan pasien? Ini adalah contoh pengalaman yang tidak mengenakkan.

Dari pengalaman di atas, kita dapat memetik hikmahnya. Kalau kita sudah menyanggupi untuk melakukan perawatan jarak jauh, catatlah itu dan laksanakanlah tepat pada waktunya, dengan sungguh-sungguh, penuh cinta dan dengan teliti. Karena memang itu telah menjadi tanggung jawab kita.

Untuk mengatasi hal seperti di atas, kenapa tidak kita lakukan saja perawatan yang berlaku surut? Maksudnya kita lakukan perawatan sekarang, tetapi efeknya berlaku seminggu yang lalu. Kita belum se”sakti” itu! Kita jangan tergiur untuk melakukannya dengan menyederhanakan masalah. Penyembuhan yang berlaku surut memang dapat dipraktekkan, tetapi banyak hal yang sebelumnya harus dilakukan, harus tekun berlatih, harus meningkatkan pengetahuan, kemampuan psikik dan spiritualitas, serta banyak hal lain, dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar kita mampu melakukan hal itu dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s