SuperBrain Untuk yang Autis

SUPERBRAIN YOGA UNTUK PENDERITA AUTIS dan ADHD

Oleh : Raina Koterba, The Center of Pranic Healing USA (MP 39).

Tugas merawat anak-anak cacat parah dan penderita autis sungguh sangat menggairahkan dan menantang, namun tak dapat dipungkiri juga merupakan pengalaman yang sangat berguna.

Saya belajar banyak dari para murid dan mensyukuri kekayaan pengetahuan yang saya peroleh dari interaksi kami setiap hari. Sungguh menakutkan membesarkan sejumlah anak dengan bermacam cacat selama beberapa tahun, terutama anak-anak dengan autisme dan ADD/ADHD (Attention Deficit Disorder/Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Penelitian baru menunjukkan bahwa rata-rata gangguan berbagai jenis autis telah meningkat menjadi satu penderita autis setiap 150 anak. Diyakini bahwa 5-20% dari semua anak usia sekolah menderita ADD/ADHD, itu berarti satu dalam setiap delapan anak. Disleksia juga meningkat, satu dalam setiap 20 anak.

Anak-anak ini menunjukkan gejala tertentu, pada umumnya mereka tidak mampu mengkomunikasikan atau mengutarakan keinginan dan kebutuhannya seperti anak-anak lain. Bisakah Anda bayangkan, ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak dapat menyampaikannya? Tak ada yang tahu bagaimana perasaan Anda! Tidak ada yang tahu apa yang Anda pikirkan! Apa yang akan Anda lakukan?
Anak-anak ini merespon dan berhubungan dengan dunia dengan cara yang sangat berbeda. Lagu yang menenangkan bisa terdengar seperti sirene yang memekakkan telinga. Rangkulan yang lembut atau sentuhan pakaian di kulitnya bisa terasa seperti ribuan silet. Sistem indera mereka selalu dalam keadaan siap berkelahi atau melarikan diri. Kegiatan harian sederhana yang kita anggap remeh seperti membeli makanan, bisa menyebabkan mereka merasa jenuh dan marah. Mereka tidak tahu bagaimana menyampaikan perasaannya sehingga mereka hanya membisu atau bereaksi negatif, bahkan agresif. Orang tua, guru, dan terapisnya selalu mencari gagasan baru dan inovatif untuk menolong anak-anak ini.

Superbrain Yoga telah diperkenalkan ke kalangan orangtua murid dan rekan kerja saya. Hanya dalam waktu singkat, hasilnya sudah sangat menjanjikan dan bermanfaat bagi semua peserta studi ini. Banyak kesaksian dibuat oleh para guru, terapis, dan orang tua yang memanfaatkan latihan ini, pengamatan menyeluruh menunjukkan: Membaiknya tingkat emosi, meningkatnya fokus dan perhatian, meningkatnya kemampuan sosial, pengaturan indera dan modulasi serta meningkatnya memori. Dengan menggunakan ‘Developmental Test of Visual Perception 2’, studi menunjukkan bahwa anak yang sudah menyelesaikan latihan ini secara teratur memperlihatkan kemajuan dramatis di bidang pengkombinasian penglihatan, persepsi dan keluaran motor.

Pengamatan perkembangan ini sangat menantang. Master Choa Kok Sui mengatakan, kebenaran harus kedua-duanya, kualitatif dan kuantitatif. Kami memonitor kemajuan dengan menggunakan pengamatan terlatih dan DTVP-2, rangkaian test standar untuk mengukur kemampuan persepsi-visual dan motor-visual. Itu sudah diselesaikan sebelum studi dimulai dan setelah tujuh bulan dan satu tahun kemudian melakukan Superbrain Yoga paling tidak lima hari dalam seminggu, dua kali sehari. Perubahan tingkah laku yang signifikan ditemukan melalui pengamatan para guru, terapis dan orangtua. Hasilnya sungguh mencengangkan, berikut ini adalah beberapa studi kasus yang telah dilakukan.

STUDI KASUS #1: AUTISME

MT adalah anak kembar berusia 6 tahun yang belajar di sekolah luar biasa. Dia sangat gelisah dan agresif, memperlihatkan perilaku seperti menggigit, memukul, membenturkan kepala, mencubit, berteriak, menabrak orang atau benda, dan terus menikmati perilaku seksual. Dia tidak bisa duduk diam selama lebih dari lima menit tanpa melakukan satu atau beberapa perilaku di atas.
Orang tua MT sangat frustasi dan kewalahan sejak anaknya masih bayi, karena dia tidak bisa tidur sepanjang malam tanpa bangun beberapa kali, dan mengalami kesulitan untuk menenangkannya kembali. Dengan mengikuti program SuperBrain Yoga secara teratur, dalam waktu kurang dari tiga minggu, dia mulai bisa tidur dengan lebih baik, dan setelah satu tahun melakukan teknik ini, dia bisa tidur sepanjang malam tanpa terjaga. Orang tuanya tidak bisa mempercayai kalau latihan sederhana seperti itu bisa menyebabkan perubahan mendadak. Karena tidak mempercayai pengaruh metoda ini, mereka memutuskan menghentikan latihan. Beberapa hari berikutnya merupakan hari penuh tantangan bagi orang tua MT, karena dia kembali ke kebiasaan lama dan tidak bisa tidur, menjadi mudah tersinggung dan terlalu peka.

Bayangkan seorang anak yang tidak pernah bersosialisasi, tidak pernah membuat kontak mata, tidak menunjukkan kasih-sayang kepada orang tuanya seperti anak-anak yang lain. Bahkan anak ini tidak pernah bermain bersama saudara kembarnya. Setelah melakukan lagi Superbrain Yoga secara teratur, anak ini menjadi anak yang bisa mengutarakan cinta dan emosinya ke orangtuanya dan berulang kali menatap mata orang tuanya dan mempertahankan kontak matanya, mencium dan memeluk mereka; ini adalah hal yang selalu mereka harapkan. Dia bermain dengan mainannya dengan benar dan menggunakannya sebagai alat untuk mengekspresikan kebutuhannya, bahkan mulai meminta saudara kembarnya menemaninya.

Sebelum mulai melakukan Superbrain Yoga, anak ini tidak bisa duduk lebih lama dari lima menit, tetapi sekarang dia bisa duduk dan mendengarkan selama 45 menit tanpa gangguan berarti. Secara menyeluruh perhatian dan konsentrasinya membaik dan dia dapat mengikuti kegiatan seperti anak seusianya.

STUDI KASUS #2: ADHD dan PDD

RT adalah anak laki-laki berusia 7 tahun yang di diagnosa menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan Pervasive Developmental Disorder. Dia hiperaktif luar biasa dan selalu melakukan sejenis tindakan merangsang diri, seperti misalnya mengepakkan tangan, lari, meloncat, berputar-putar atau bicara pada diri sebdiri. Dia belajar di kelas seorang diri, kelasnya dirancang khusus untuk membantu anak-anak kesulitan dengan indera, kebiasaan dan punya masalah dalam belajar.

Bayangkan Anda menyentuh seorang anak dengan lembut dan anak itu bereaksi dengan menjatuhkan diri ke lantai! Masukan paling lembut sekalipun akan membuat anak ini merasa terpojok. Dia tidak mampu duduk di meja lebih dari lima sampai tujuh menit tanpa terus bergerak atau menjatuhkan diri ke lantai. Dia tidak bisa berjalan menyeberangi ruangan tanpa berlari, melompat, berputar atau menabrak sesuatu.

Dengan mengikuti latihan SuperBrain Yoga secara teratur, dia nampak lebih tenang dan lebih fokus. Dia dapat mengikuti seluruh rangkaian sesi penyembuhan, selama kira-kira 30 menit, dengan sedikit atau tanpa gangguan. Dia bisa berjalan melintasi lorong tanpa berlari, melompat berputar atau menabrak. Dia duduk dan mengikuti pelajaran, menunjukkan peningkatan kemampuan sosial dan bisa mengutarakan perasaannya ke teman sekolah, orangua dan gurunya.

RT harus mulai sekolah, dia dapat mengikuti pelajaran di sekolah dan tidak seorangpun tahu kemampuan yang dimilikinya. Suatu hari, setelah selesai melakukan SuperBrain Yoga, dia bangkit dan berjalan melintasi ruangan menuju papan tulis. Di sana dia membaca semua yang tertulis di papan tulis!

Selain peningkatan kesadaran dan kemampuannya menguasai dan menenangkan diri, RT tidak pernah menunjukkan mampuannya yang sesungguhnya. Sekarang, setelah satu tahun berlatih SuperBrain Yoga secara teratur, dia masuk ke sekolah umum untuk anak-anak normal dan dia berhasil.

STUDI KASUS #3, DISLEKSIA dan ED

JT adalah saudara kembar MT, tidak seperti saudara kembarnya, dia masuk sekolah biasa. Dia di diagnosa menderita disleksia dan emosinya sangat mudah terganggu. Sangat sulit baginya mengontrol emosi dan dia harus melepaskan ledakan emosi dan amarah berulang kali dengan cara berteriak dan menangis, kadang marah-marah. Sejak mulai melakukan SuperBrain Yoga, tak sekalipun dia mengalami hal itu lagi! Sangat sulit membuat dia melakukan sesuatu karena toleransinya sangat rendah, tetapi sekarang dia mulai mencoba kegiatan barunya yang menantang dengan penuh percaya diri.

Karena ketidak mampuannya, pekerjaan rumah merupakan tantangan baginya, sering kali dia menggambar huruf terbalik, dari depan ke belakang. Sulit mencontoh gambar bentuk yang sangat sederhana dan pengenalan hurufnya sangat buruk. Dia didiagnosa menderita disleksia, Anda pasti yakin kalau JT akan memperoleh kesulitan yang sangat besar dalam membaca, tetapi ternyata tidak. Sekarang, tidak saja dia mengenal dan menuliskan semua huruf, tetapi dia bahkan dapat membaca dengan mudah. Gurunya sebenarnya sudah melihat bahwa dia adalah salah satu muridnya yang terbaik di kelas dan merasa sangat puas dengan kemajuannya.

STUDI KASUS #4: TBI dan ADD

BC adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang didiagnosa menderita Attention Deficit Disorder dan Traumatic Brain Injury. Dia dilahirkan dengan jantung membesar dan tanpa corpus collosum (pita syaraf yang menghubungkan otak bagian kanan dan kiri). Dia adalah anak yang berupaya keras dalam melakukan kegiatan sehari-harinya termasuk persepsi, memori dan pembelajaran secara menyeluruh, sering bertingkah dan mengisolasi diri, baik dari teman sekolah maupun keluarga. Sering kali dia menolak melakukan sesuatu dan menolak semua petunjuk, tidak bisa melaksanakan perintah sederhana. Sejak melakukan latihan SuperBrain Yoga secara teratur, dia tidak lagi menunjukkan perilaku menentang dan memperlihatkan peningkatan menyeluruh pada kemampuan dan caranya bertindak dan pada kemampuan sosialnya. Sering kali dia mencari teman bermain atau mencari gurunya untuk membantunya, dia tidak mudah menyerah. Pengarahan bertingkat sekarang sudah bisa diikutinya dengan sedikit bantuan atau bahkan tanpa bantuan.

Murid ini mengalami kesulitan dalam mengingat informasi baru dan selama lebih dari tiga tahun terus berkutat dengan pengenalan huruf, warna dan bentuk. Hanya empat dari 26 huruf yang dapat dikenalinya, tetapi sekarang dia bisa mengenal 20 huruf, semua warna, dan bentuk. Dia juga menunjukkan kemajuan pada rasa percaya dirinya, berusaha mencoba hal-hal baru. Dia membuat kemajuan menyeluruh yang seharusnya di capai selama tiga tahun lima bulan, dengan SuperBrain Yoga dicapainya dalam waktu setahun!

Kesimpulan

Dengan memanfaatkan SuperBrain Yoga, anak-anak menjadi lebih tenang dan lebih fokus. Peningkatan menyeluruh terlihat di semua bidang termasuk pada fungsi indera dan perilaku; interaksi dengan lingkungan merupakan keberhasilan yang besar. Menggunakan tes yang di standardisasi dapat membantu memahami peningkatan fungsional yang dilakukan di bidang integrasi visual-moto. Kesaksian orang tua serta para guru dapat memberi Anda gambaran cara bertindak anak secara menyeluruh, tetapi tidak ada yang bicara lebih nyaring daripada perilaku anak-anak itu. Sering kali dalam proses transisi atau di saat yang tidak dapat diperkirakan, anak itu minta melakukan latihan SuperBrain Yoga. Beberapa anak mulai memegang telinganya dalam posisi SuperBrain atau bahkan mengatakan, “Telinga!” atau “SuperBrain!” seolah mereka memberitahu bahwa mereka membutuhkannya. Selama pelajaran berlangsung, beberapa anak berdiri dan mulai melakukan SuperBrain Yoga tanpa aba-aba. Ini mendukung bukti bahwa latihan ini bisa menenangkan dan menertibkan anak serta memberi indera mereka cara yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatur dan mengharmoniskan tingkat kesadaran mereka.

Sebagai kesimpulan, semua anak dalam studi ini telah membuat langkah dramatis di semua bidang fungsi. Para guru dan orang tua terpesona karena sebuah latihan senam sederhana yang hanya memakan waktu kurang dari satu menit dapat membantu seorang anak membuat langkah fenomenal dalam waktu yang demikian singkat. Ada peningkatan yang cukup berarti dalam pemrosesan indera, persepsi-visual, motor-visual, bicara, bahasa, komunikasi dan perilaku sosial pada anak-anak ini.

SuperBrain Yoga boleh jadi merupakan kunci yang hilang untuk membuka misteri anak-anak ini. Selama empat tahun bekerja di lingkungan mereka, saya belum pernah melihat adanya kemajuan atau keberhasilan seperti yang dicapai anak-anak ini hanya dalam waktu satu tahun. SuperBrain Yoga bisa menjadi komponen penting dalam kemajuan terapi dan peningkatan seluruh fungsi dan keberhasilan. Ini merupakan senam yang mudah dan cepat yang akan merubah hidup anak-anak, guru dan orang tua, selamanya.

———-

3 comments on “SuperBrain Untuk yang Autis

  1. Assalamualaikum wr wb,

    pak kebetulan sekali … artikel bapak ini sangat berarti bagi kami.
    putra kami di diagnosa oleh psikolog sebagai ADD.

    untuk mengikuti terapi superbrain ini di jakarta kami dapat menguhubungi siapa yah pak.

    atas bantuan nya kami ucapkan terima kasih

  2. Pak Julyono, terimakasih atas tanggapannya.
    Untuk perawatan autis, bpk bisa datang ke Pranava, Kalipasir No. 7, tel 3100667, dengan perjanjian. Terimakasih!

  3. DH,

    Anak saya (23 bln) didiagnosa oleh dokter menderita Autis Ringan (level 2, kata dokter). Dia mengalami keterlambatan motorik & bicara. Saat ini dia baru mulai belajar jalan. Tapi untuk bicara msh blm sama sekali, kadang2 saja ngomong papa mama tp itupun gak tiap hari.
    Kata dokter, perkembangan anak saya sama spt anak usia 9 bln.

    Apakah anak saya bisa disembuhkan dgn metode ini? Brp biaya yg hrs saya keluarkan utk mengikuti metode ini?

    Terima kasih sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s