Divinasi, 1

Dirangkum oleh :  Bernard Prasodjo

Divinasi (Inggris : Divination) atau pembacaan, didefinisikan sebagai seni menggunakan alat tertentu untuk memperoleh jawaban dari akal budi yang mendalam guna melihat masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Dalam kamus Webster, pembacaan didefinisikan dengan “Seni meramalkan kejadian yang akan datang, atau membuka hal-hal rahasia atau yang kurang jelas, dengan bantuan makhluk yang lebih tinggi, atau dengan ritual, eksperimen dan pengamatan tertentu.

Kalau anda ingin belajar seni pembacaan ini, hal terpenting yang harus diingat adalah bahwa apa yang kita lihat hanyalah kemungkinan dari hasilnya saja. Tak ada sesuatu yang sudah pasti, kita sendirilah yang menciptakan masa depan kita. Segala sesuatu yang kita lihat melalui pembacaan, berada didalam kekuatan kita untuk kita rubah.

Banyak orang meyakini bahwa pembacaan sebenarnya hanyalah masuk kedalam pikiran bawah sadar. Beberapa orang yang lain yakin bahwa kekuatannya terletak pada alatnya sendiri, ada benarnya bahwa alat yang kita gunakan selama jangka waktu yang cukup lama, mengandung energi kita. Pada satu sisi, kalau anda cukup sering menggunakan alat tertentu, anda akan dapat merasakan energinya hanya dengan menyentuhnya saja. Belajar memanfaatkan kekuatan pembacaan kadang-kadang sangat menantang dan selalu memberi pengalaman baru. Ini tidak saja akan mengembangkan akal budi kita saja, tetapi juga untuk meningkatkan spiritualitas kita.

Berikut ini adalah daftar berbagai cara melakukan pembacaan, kebanyakan berdasarkan pada medium yang digunakan.

Aeromansi –  Pembacaan berdasarkan keadaan udara dan angkasa, terutama pada bentuk awan,  komet dan gejala lain yang tidak biasanya terjadi di angkasa.

Alkemi – adalah praktek mengubah logam dasar menjadi logam mulia (misalnya emas atau perak) dengan bantuan bahan esoterik yang disebut dengan “Philosopher’s Stone.”

Alektriomansi –  adalah cara pembacaan dengan memanfaatkan burung yang mematuk bulir-bulir jagung yang diletakkan di rangkaian huruf berbentuk lingkaran. Variasi lainnya adalah menunjuk huruf pada abjad yang dipindai oleh tangan pada saat seekor ayam jantan berkokok.

Aleuromansi – adalah pembacaan dengan menggunakan “kue keberuntungan”, jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diajukan digulung dan dimasukkan kedalam bola adonan kue dan dipanggang kemudian dipilih secara acak.

Alomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan garam dapur.

Alfitomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan kue khusus yang dapat dicerna oleh orang yang punya suara hati yang jernih, tetapi rasanya tidak enak kalau dimakan oleh orang lain.

Antropomansi –  adalah cara pembacaan kuno yang sekarang melanggar hukum karena dilakukan dengan mengurbankan jiwa manusia.

Apantomansi – adalah pembacaan berdasarkan kemungkinan menjumpai binatang tertentu, misalnya kucing hitam, burung atau makhluk lain. Menurut cerita, Mexico City ditemukan oleh para peramal Aztec yang melihat elang terbang dari sebatang kaktus dengan mencengkeram seekor ular yang masih hidup.

Aritmansi atau Aritmomansi –  adalah bentuk awal numerologi dimana pembacaan dilakukan berdasarkan angka dan nilai-nilai huruf.

Astrologi – adalah pembacaan dengan menggunakan benda-benda angkasa seperti matahari, bulan, bintang dan planet-planet lain.

Auguri – adalah istilah umum bagi seni pembacaan dan terutama diterapkan dalam menterjemahkan lambang-lambang dan pertanda.

Austromansi – adalah pembacaan melalui pengamatan bagaimana sebuah kampak atau beliung bergetar ketika ditancapkan pada sebatang tonggak.

Aksiomansi – adalah pembacaan dengan mengamati angin.

Belomansi – adalah bentuk kuno pembacaan dengan melemparkan atau menyeimbangkan anak panah.

Bibliomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan buku.

Botanomansi
– adalah pembacaan dengan membakar ranting kayu atau daun.

Bumpologi –  ini benar-benar merupakan istilah modern, merupakan sebutan populer dari Frenologi.

Chiromansi – adalah pembacaan garis-garis tangan.

Chirognomi –  adalah pengamatan pada bentuk tangan secara menyeluruh.

Clairaudiensi – adalah “pendengaran jernih” mengenai informasi pembacaan. Pada parapsikologis secara umum menghargainya sebagai salah satu bentuk persepsi penginderaan lebih (ESP).

Clairvoyansi – adalah “penglihatan jernih” mengenai informasi pembacaan, merupakan salah satu bentuk persepsi penginderaan lebih (ESP).

Dafnomansi – adalah pembacaan dengan mendengarkan gemeretaknya tangkai pohon salam yang terbakar dalam nyala api.

Demonomansi – adalah pembacaan dengan bantuan jin.

Daktilomansi – adalah bentuk awal dari radiestesia dengan menggunakan ayunan cincin yang diikat pada seutas benang.

Dendromansi – adalah pembacaan dengan menggunakan pohon ek atau benalu.

Dowsing atau Joran Peramal
–  adalah sebuah metoda pembacaan dengan menggunakan tongkat bercabang untuk mencari sumber air atau mineral.

Gastromansi –  adalah bentuk kuno dari Ventrilokuisme dimana nada suara pelaku direndahkan sampai nada yang menyeramkan dan ramalan diucapkan dalam keadaan kerasukan.

Geloskopi – adalah pembacaan berdasarkan nada suara tawa seseorang.

Genetlialogi – adalah pembacaan dengan memperhatikan pengaruh bintang di saat kelahiran seseorang.

Geomansi –  mempelajari bentuk-bentuk yang ada di atas tanah dan pengaruh “medan listrik” bumi.

Grafologi –  adalah menganalisa sifat seseorang berdasarkan tulisan tangannya.

Giromansi – adalah prosedur pembacaan di mana beberapa orang berjalan berputar-putar di sebuah lingkaran yang tandai huruf-huruf sampai pusing dan terhuyung-huyung ke berbagai arah, sehingga menunjukkan sebuah ramalan.
Halomansi –  lihat Alomansi

Haruspikasi –  adalah peramalan dengan cara memeriksa isi perut binatang, seperti yang dipraktekkan oleh para pendeta Roma kuno.

Hiromansi atau Hiroskopi –  adalah pembacaan dengan mengamati benda-benda korban zaman kuno.

Hippomansi –  adalah sebuah bentuk pembacaan jejak kaki dan ringkik kuda.

Horoskopi – adalah praktek meramal berdasarkan Horoskop Astrologi.

Hidromansi
– adalah pembacaan dengan menggunakan air, termasuk warna, pasang surut dan alirannya, atau gelombang yang ditimbulkan oleh kerikil yang dilemparkan ke dalam kolam.

Ihtiomansi –  adalah pembacaan dengan menggunakan ikan sebagai medium.

Kapnomansi – meramal dengan mengamati asap api yang membubung.

Kartomansi –  adalah meramal dengan menggunakan kartu, salah satu jenisnya adalah tarot.

Katoptromansi – adalah bentuk awal dari menatap kristal dengan menggunakan cermin yang diarahkan ke bulan untuk menangkap cahaya bulan.

BERSAMBUNG…..

———-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s