PHQandA: Talasemia

APA DAN BAGAIMANA TALASEMIA

Sumber : KOMPAS & E-mail dari Master Fe.


Indonesia termasuk wilayah dengan kasus talasemia cukup tinggi, data dari sejumlah rumah sakit besar dan pusat pendidikan menunjukkan frekwensi gen talasemia berkisar 8-10%. Artinya 8 sampai 10 dari 100 orang penduduk mempunyai gen talasemia, hingga kini penyakit talasemia secara medis belum bisa disembuhkan.


Apa dan bagaimana TALASEMIA itu, hingga merupakan suatu momok bagi kita semua?


Talasemia adalah suatu kelainan darah, di mana sel darah merah lebih kecil dan pecah lebih cepat dari sel darah merah normal.


Ada 2 jenis talasemia, yaitu Talasemia trait (pembawa sifat)/talasemia minor. Talasemia jenis ini tidak memerlukan perawatan khusus. Penderita seringkali tidak merasakan gejala apapun. Hanya kadang-kadang mengalami anemia kurang besi ringan.


Jenis kedua adalah Talasemia mayor. Penderita perlu pengobatan, karena sel darah merah pecah sebelum waktunya, yaitu dalam 20-30 hari. Padahal normalnya 120 hari.


Wilayah dengan prevalensi tinggi talasemia adalah sekitar Laut Tengah, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu talasemia juga sering disebut sebagai Mediterranean Cooley’s Anaemia atau Homozygous Beta Thalassemia
.

Karena sel darah merah yang bertugas membawa oksigen keseluruh tubuh terlalu kecil dan pecah sebelum waktunya, penderita mengalami anemia berat. Gejala talasemia mayor, menurut seorang dokter ahli adalah pucat, perut membesar dan keras karena limpa membengkak. Umumnya manifestasi talasemia mayor tampak sebelum anak berusia satu tahun.


Selain pucat, anak umumnya rewel, tidak nyenyak tidur, susah makan dan muntah. Apabila tidak dirawat dengan baik, anak-anak seperti ini hanya akan bertahan satu tahun sampai delapan tahun, tapi jika dirawat dengan baik, mendapat transfusi darah dan khelasi (pembuangan) zat besi rutin, si penderita bisa bertahan sampai dewasa. Menurut data yang ada saat ini ada penderita yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.


Penyakit talasemia itu sendiri belum bisa disembuhkan. Satu-satunya pengobatan di Indonesia saat ini adalah transfusi darah, setidaknya satu kali sebulan serta khelasi zat besi dengan deferioksamin (nama generik) lima sampai tujuh kali seminggu.


Khelasi perlu dilakukan, karena sel darah mengandung haemoglobin yang berisi zat besi yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Pada orang normal, zat besi dari sel darah merah yang rusak digunakan lagi oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah baru. Pada penderita talasemia yang mendapat transfusi darah rutin, zat besi tidak dipakai tubuh sehingga menumpuk dalam tubuh. Hal ini mengganggu fungsi hati, jantung, dan organ lainnya. Kematian penderita talasemia biasanya disebabkan keracunan zat besi.


Khelasi dilakukan dengan menyuntikan deferioksamin dibawah kulit lewat syringe driver (pompa suntik).
Zat ini akan mengambil zat besi dari tubuh dan mengeluarkannya lewat air kemih. Proses khelasi berlangsung sekitar 8 sampai 10 jam. Alat ini cukup kecil dan bisa ditempelkan di tubuh. Pengobatan ini perlu biaya sebesar 3 sampai 5 juta rupiah per bulan.

Cara lain adalah cangkok sumsum tulang. Namun untuk talasemia belum pernah dilakukan di Indonesia. Selain sulit – karena jenis sumsum tulang donor harus cocok dan bisa diterima oleh tubuh penderita – biayanya juga sangat mahal. Tahun 1993 saja biaya cangkok sumsum tulang (untuk leukemia) sekitar 50 juta hingga 60 juta rupiah. Bisa dibayangkan berapa biayanya saat ini, kemungkinan bisa lima-enam kali lipat!


Talasemia adalah penyakit yang diturunkan, dari orang tua ke anak-anaknya. Jika kedua orang tua tidak memiliki gen talasemia, anak-anaknya tidak mungkin menderita talasemia. Jika salah satu orang tua membawa gen talasemia, kemungkinan 50 persen anak menjadi pembawa gen talasemia (talasemia minor). Kalau kedua orang tua menderita talasemia minor, kemungkinan mendapat anak talasemia mayor adalah 25% atau satu banding empat.


Dalam catatan yang baru dari Master Fe Pacheco dituliskan dengan cukup jelas bagamana cara menanggulangi penyakit talasemia dengan teknik penyembuhan prana. Diharapkan dengan perawatan prana ini, talasemia yang diderita bisa berangsur sembuh.


Perawatan talasemia dengan teknik Penyembuhan Prana

  1. Lakukan penyapuan umum beberapa kali
  2. Lakukan penyapuan pada cakra dasar dengan seksama dengan prana berwaarna HMK dan OMK. Beri energi dengan HMK, BMK dan lebih banyak MMK. Ulangi langkah ini beberapa kali, ini untuk mencegah terjadinya penumpukan pada cakra dasar.
  3. Lakukan penyapuan pada tangan dan kaki dengan penekanan/konsentrasikan pada cakra-cakra minor, terutama tangan dan kaki. Ada tiga cakra minor di tangan, yaitu cakra minor ketiak, siku dan telapak tangan, dan tiga di kaki, yaitu cakra minor pinggul, lutut dan telapak kaki. Beri cakra minor- cakra minor itu energi HMK, BMK dan dengan lebih banyak MMK. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan.
  4. Lakukan penyapuan pada cakra ajna dengan HMK & LMK. Beri energi dengan LMK dan selanjutnya LL.
  5. Lakukan penyapuan pada cakra mahkota, dahi, belakang kepala, tenggorok dengan HMK & LMK. Dan beri energi dengan LL.
  6. Sapu cakra jantung depan dan belakang dengan HMK & LMK. Beri energi pada cakra jantung belakang dengan HMK, BMK dan LMK.
  7. Sapu kedua paru-paru dengan HMK & OMK. Beri energi langsung pada bagian belakang paru-paru melalui cakra jantung belakang dengan HMK, OMK & MMK.
  8. Sapu cakra solar pleksus depan dan belakang dan juga lever dengan HMK & OMK. Beri energi dengan HMK, BMK dan lebih banyak LMK.
  9. Sapu cakra pusar dan daerah bagian bawah perut. Beri energi cakra pusar dengan HMK lalu lebih banyak MMK.
  10. Lakukan penyapuan pada limpa depan dan belakang denan HMK. Beri energi limpa dengan HMK, BMK dan LMK. Lakukan ini beberapa kali dengan seksama untuk mencegah terjadinya penumpukan pada limpa.
  11. Sapu ginjal dengan seksama dan beri energi HMK dan OMK bergantian. Beri energi dengan MMK.
  12. Lakukan penyapuan pada cakra meng mein.
  13. Sapu cakra sex dan perinium dengan HMK & OMK. Beri energi dengan PUTIH.
  14. Lakukan penyapuan pada tulang belakang dengan seksama dengan HMK dan LMK. Beri energi HMK, BMK dengan lebih banyak LMK.
  15. Ulangi perawatan ini 3 kali seminggu.


Keterangan :

HMK Hijau muda keputiihan
OMK Orange/Jingga muda keputihan
BMK Biru muda keputihan
MMK Merah muda keputihan
LMK Lembayung muda keputihan
LL Lembayung listrik

Sebagai seorang penyembuh prana, kita harus segera melakukan sesuatu untuk membantu penderita talasemia.

———

4 comments on “PHQandA: Talasemia

  1. Salam Prana pak Bern.

    Terima kasih telah memposting topik terapi untuk penyakit genetika talasemia ini. Selalu ditunggu pencerahan2 dan tulisan2 bapak lainnya.

    Semoga Tuhan YME terus memberikan berkatNya kepada pak Bernadus dan keluarga.

    Salam,
    Erry

    • Terimakasih atas tanggapannya, semoga tatacara perawatan talasemia ini dapat bermanfaat, saya sarankan: ikuti persis seperti yang tertulis di situ, karena ini adalah cara yang sudah teruji. Master Fe Pacheko adalah penyembuh handal yang secara resmi ditugasi mengasuh PHQandA. Salam Prana!!!

  2. Salam Prana…

    Saya punya keponakan yg sakit Thalasemia, setiap 2-3 bulan selalu tranfusi darah. Untuk tranfusi darah dia mendapatkan JAMKES utk keluarga yang tidak mampu…

    Apakah bapak bisa memberikan petunjuk bagaimana langkah-langkah penyembuhannya.

    Identitasnya :
    Nama anaknya : Andi Fadilla Orangtuanya : Anto Zaenuri
    alamatnya di Jl. Dr. Cipto Gang VI RT 06 RW 03 No 17 Bedali – Lawang – Jawa Timur

    Demikian mohon bantuan bapak. dan kami ucapkan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s