Perioda 1994 1

Dengan usaha yang cukup lama dan sungguh-sungguh, kami dapat mengumpulkan cukup banyak album kegiatan prana sejak perioda awal, yaitu tahun 1994, terimaksih kepada semua rekan yang telah meminjamkan beberapa foto dan albumnya kepada kami, juga pada sekretariat YPI yang telah membuka gudang lama untuk mencari album-album ini, sayang ternyata sudah ada yang mulai dimakan rayap. Karena banyaknya foto yang ada, hanya sebagian kecil saja (kurang dari 1%) yang kami tampilkan di sini.

Dalam foto-foto yang kami sajikan, sengaja banyak ditampilkan foto-foto Master Choa, terutama sejak awal tahun 1994, yang masih mengajar sendiri Penyembuhan Prana Tingkat Dasa, saat itu Master Choa nampak masih muda, lebih tampan dan lebih langsing. Selamat menikmati foto-foto yang kami sajikan.

Master Choa ok Sui menyempatkan diri berjalan-jalan di Bali, Agustus 1994.

Menyempatkan diri berjalan-jalan ke Bali, dengan mengenakan pakaian tradisional Bali. (94 08 23 01 M).

Bersama Herminia berfoto di depan sebuah pura. (94 08 23 02 M).

Wah, besar amat ularnya, tidak ngeri tuh menggendongnya di leher. (94 08 22 01).

Malu dong, Hermie saja berani. (94 08 22 02).

Malam harinya menyaksikan tarian Bali. (94 08 23 04).

Berfoto bersama para penari Bali. (94 08 23 03 M).

Master Choa sangat menikmati bertualang dengan melakukan rafting di Sungai Ayung, Bali, Agustus 1994.

Keesokan harinya wisata dilakukan dengan rafting di sungai Ayung. (94 08 24 01 M, d74 master 94).

Jangan heran, mobil itu punya orang kok. Danny cuma mejeng saja di dekatnya. (94 08 25 01).

Lokakarya Penyembuhan Prana pertama yang diselenggarakan di Bentara Budaya dihadiri hampir 300 orang peserta. Lokakarya ini dipandu oleh Master Choa Kok Sui sendiri. Agustus 1994.

Dalam Seminar Penyembuhan Prana yang pertama kali diadakan di Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta, Master Choa mendemonstrasikan bagaimana cara menyembuhkan luka baru dengan seketika. Dalam gambar nampak seorang dokter sedang menorehkan pisau ke lengan seorang ibu. Sebelumnya lengan sudah di anestesi dengan prana. Juni 1994.

Torehan kecil di lengan yang sudah diusap darahnya. Kemudian luka baru ini segera dirawat dengan teknik Penyembuhan Prana. Juni 1994

Setelah Master Choa melakukan perawatan Penyembuhan Prana kira-kira selama 15 menit, luka itu sudah mengering, seperti luka yang sudah berumur 1 minggu. Juni 1994.

Salah seorang peserta memberikan kesaksian atas manjurnya Penyembuhan Prana. (94 08 00 01 M).

Praktek melakukan penelusuran sedang dilakukan. (94 08 00 01 M).

Mendiskusikan apa yang tadi dijelaskan di sela-sela rehat teh. (94 08 22 03 M).

Ketika sedang melihat-lihat buku yang di pajang, Master Choa di daulat untuk berfoto bersama. (94 08 00 04 M).

Nampak tiga tokoh agama, seorang suster Katolik, seorang pendeta Protestan dan seorang Bhikuni berfoto bersama disela-sela lokakarya Penyembuhan Prana. September 1994.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s