Perioda 2002 II (Foto Master)

Berikut ini adalah beberapa foto Master Choa selama konvensi dunia yang ke 5 berlangsung di Jakarta. (d02 10 10 01 soul M, d57-59, d62-70).

Master Choa dan rombongan memisahkan diri dari peserta yang lain untuk mendatangi lokasi peledakan bom dan berdoa di sana. (d02 10 11 praying).

Hari ketiga konvensi semua peserta pergi ke taman Garuda Wisnu Kencana, makan siang di sana. (dGWK).

Master Choa sedang berjalan di bawah terik matahari menuju aula di GWK. (e02 10 11 12, e 02 10 11 02M).

Mendengarkan ceramah Master tentang Sciences of Timing sambil duduk di lantai dan kepanasan, maklum matahari sangat terik dan di sana tidak tersedia AC. (97 11 15 03).

Walau udara sangat panas, tetapi para peserta tetap mendengarkan uraian Master Choa dengan tekun. (e02 10 11 05e, e02 10 11 07, e 02 10 11 04).

Menyejukkan diri ambil tidur-tiduran di rumput. (e02 10 11 03).

Sayangnya patung Garuda Wisnu Kencana belum selesai, nampak kepala garudanya masih terpisah. (e GWK1).


Siapa kelima orang ibu yang berfoto di bawah patung? (e GWK 2).

Naah, sekarang baru jelas. (e02 10 11 04e).

Sore harinya disajikan tarian tuk-tuk yang mengiringi rombongan menuju tempat makan malam.. (97 11 15 02, e 02 10 11 05).


Master Choa berjalan di belakang rombongan penari, udara tidak begitu panas lagi, maklum sudah sore. (e02 10 11 08).

Setelah makan malam, disuguhkan sendra tari Calonarang. (e02 10 11 11. e02 10 11 13).

Para penari menusukkan keris yang sangat ajam ke tubuh mereka sendiri, tetapi tidak mempan. (e 02 10 11 09, & 14).

Bergambar bersama para penari setelah acara selesai. (e02 10 11 10).

Beberapa Penyembuh Prana berkunjung ke Rumah Sakit Umum Sanglah untuk mengirimkan bantuan obat-obatan, yang diterima langsung oleh salah seorang direkturnya yang juga seorang Penyembuh Prana. (d97 11 14 03).

Sesuai permintaan, para Penyembuh Prana melakukan Penyembuhan Masal Jarak Jauh kepada para perawat dan dokter yang sudah mulai kelelahan dan kurang tidur, karena begitu banyak korban yang harus ditangani, kebanyakan karena luka bakar. (d97 11 14 04).

Secara simbolis, bantuan obat-obatan di serahkan kepada seorang petugas lapangan. (d97-11-14 02d).

Keesokan harinya Master mengajak satu bus Penyembuh Prana ke rumah sakit untuk melakukan penyembuhan. Dalam bus Master mengajarkan bagaimana merawat luka bakar baru. Sayang tidak terdokumentasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s