Perioda 2003 I

Siaran radio secara interaktif sering kali dilakukan oleh komunitas Penyembuh Prana diberbagai daerah, antara lain Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak dan banyak tempat lainnya. Nampak dalam gambar dua orang penyembuh Prana dari Jogjakarta sedang melakukan siaran radio sambil melakukan Penyembuhan jarak jauh secara interaktif di Radio Reco Buntung, Jogjakarta. Maret 2003.

Pertemuan Alumni Padang diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2003, dihadiri oleh lebih dari 100 alumni yang datang dari Padang, Bukit Tinggi, Lubuk Alung, Payakumbuh dan kota-kota lain di sekitarnya.

Konvensi Daerah yang pertama diadakan di Semarang, Jawa Tengan pada tanggal 27 April 2003. Konvensi ini dihadiri oleh lebih dari 600 orang yang datang dari Semarang, Solo, Jogjakarta, Sukoreja, Klaten dan Magelang. Nampak dalam gambar para peserta meregangkan badan sebelum bermeditasi. Di Semarang dan sekitarnya, ada lebih dari 20 Klinik Penyembuhan Prana Resmi.

Pada kesempatan itu, YPI Perwakilan Semarang menyerahkan sumbangan ke sebuah badan sosial yang kegiatannya membina kaum muda. April 2003.

Pada bulan Juni 2003, diadakan pelatihan Penyembuhan Prana di pani asuhan yang dikelola oleh para susuter ALMA. 48 orang peserta suster dan perawat mengikuti lokakarya maraton itu, dari tingkat dasar, lanjut langsung psikoterapi, mereka sangat bersyukur karena dengan ilmu Penyembuhan Prana ini mereka bisa merawat anak-anak mereka dengan lebih baik.

Pada kesempatan itu juga diadakan Bakti Sosial Penyembuhan Prana bagi penghuni panti yang terdiri dari para penyandang Tuna Ganda dan terbuang. Bakti Sosial Penyembuhan Prana selama dua hari ini didatangi oleh lebih dari 200 orang pasien.

Mereka menangi orang-orang yang terbuang dan cacat, baik bayi, anak-anak, gadis yang hamil di luar nikah, dan orang tua. Panti mereka terdiri dari rumah-rumah kecil yang berperan sebagai sebuah rumah tangga, kurang-lebih delapan anak dirawat oleh dua orang ibu yang bertanggung jawab penuh mengurus mereka, membersihkan rumah, mencuci baju, memasak, memandikan, menyuapi dan merawat anak-anak tuna ganda itu. Juni 2003

Dua tahun sekali Para Penyembuh Prana berkumpul untuk mengadakan Sarasehan Penyembuh Prana Nasional. Sarasehan yang pertama diselenggarakan di Sangkan Hurip, Kuningan, Cirebon, bulan Juli 2003 yang dihadiri oleh 120 orang Penyembuh Prana dari seluruh Indonesia. Bakti Sosial merupakan bagian dari sarasehan tersebut, pasien yang datanga di Cirebon ada 250 orang dan di Kuningan lebih dari 400 orang.

Ulang Tahun ke 9 YPI diperingati dengan mengadakan bakti sosial penyembuhan Prana di desa Pasigitan di daerah Ungaran dan di Ambarawa yang didatangi oleh lebih dari 1200 orang pasien. Dalam bakti sosial itu bekerjasama dengan Puskesmas setempat, para Dokter yang juga Penyembuh Prana menyediakan obat-obatan dan vitamin bagi pasien yang membutuhkan,yang sudah selesai dirawat dengan Prana. November 2003.

Dengan sabar para pasien menunggu giliran untuk dirawat. Bakti sosial di balai desa Pasigitan ini berlangsung dengan sukses karena bantuan Kepala Desa Setempat. Ada beberapa Penyembuh Prana yang dengan mengendarai sepeda motor bertugas mengunjungi pasien yang karena kondisi kesehatannya tidak bisa datang ke balai desa. November 2003.

Lebih dari 40 Penyembuh Prana yang datang dari Semarang dan sekitarnya dan Jakarta dengan tekun dan dengan penuh ketulusan merawat pasien satu demi satu. November 2003.

Hari berikutnya bakti sosial Penyembuhan Prana dilanjutkan di sebuah klenteng di Ambarawa, Bakti Sosial ini didatangi oleh lebih dari 800 pasien dari berbagai kalangan dan usia. Walau spanduknya salah (seharusnya Penyembuh Prana, bukan sinshe). Pengurus klenteng sangat bermurah hati dengan menyediakan makanan bagi para Penyembuh, pasien dan pengantarnya. November 2003.

Suasana di tempat pasien menunggu giliran untuk dirawat nampak penuh sesak, tetapi tak perlu khawatir, karena penyembuhnya cukup banyak, mereka tidak perlu menunggu terlalu lama. November 2003.

Suasana di tempat penyembuhan berlangsung, ada dua ruangan yang cukup luas seperti ini yang digunakan, satu di sayap kanan dan yang satu di sayap kiri Klenteng. Lihatlah kepasrahan para pasien, “Dengan rahmat Tuhan, dengan senang hati saya menerima energi penyembuhan ini, secara mendalam, sepenuhnya, secara permanen. Dengan penuh rasa syukur dan keyakinan, terjadilah!” November 2003.

Kalau pasiennya reseptif dan Tuhan menhendaki, sering kali memang terjadi keajaiban. Lihat gambar ini, pasien datang digendong karena lumpuh, setelah perawatan pasien sudah bisa berjalan, walau dipapah, jadi tidak perlu kita meragukan kemanjuran Penyembuhan Prana. November 2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s