Apakah Ibu Isteri Tuhan?

Saat itu adalah malam bulan Desember yang sangat dingin. Seorang anak kecil kira-kira berumur 10 tahun berdiri dimuka sebuah toko sepatu, telanjang kaki, memandang menembus jendela etalase, menggigil kedinginan. Seorang wanita mendekati anak itu sambil berkata, “Hei nak, mengapa kamu begitu serius memandang melalui etalase itu?”

“Aku sedang memohon pada Tuhan agar memberiku sepasang sepatu,” jawab anak itu.

Wanita tadi menggandeng tangannya masuk ke toko sepatu itu, meminta setengah lusin kaus kaki hangat sekukuran anak itu. Kemudian dia minta apakah bisa memperoleh sebaskom air hangat dan selembar handuk. Dengan cekatan penjaga toko menyediakannya, wanita itu membawa anak tadi ke bagian belakang toko, melepas sarung tangannya, berlutut, mencuci kaki anak tadi, lalu mengeringkannya dengan handuk.

Sementara itu penjaga toko telah kembali dengan setumpuk kaus kaki. Wanita tadi mengenakan sepasang kaus kaki pada akan tadi, kemudian dia membelikan sepasang sepatu, mengenakan pada kaki mungil itu, memasukkan lima pasang kaus kaki ke kantong plastik dan mengangsurkannya padanya, “Sekarang kamu pasti merasa lebih nyaman bukan?”

Ketika wanita itu berbalik untuk meninggalkannya, masih dengan raut wajah takjub, anak itu meraih tangannya, sambil menatap wajahnya, dengan air mata menggenang di matanya, dia balik bertanya: “Apakah nyonya isteri Tuhan?”

———-
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s