Hidup Sederhana

AKU HANYA INGIN HIDUP SEDERHANA
Oleh: Chaterine Pulsifer

Ini adalah salah satu dari hari-hari di mana Anda merasakan musim dingin akan segera berakhir. Matahari bersinar, tak ada angin, dan agak terasa seperti musim semi! Ini bukanlah hari yang cocok untuk tetap tinggal di rumah. Maka kami bermobil mengunjungi seorang teman. Ketika kami masih di sana ibu teman kami datang.

Ketika di berada di dapur, dia menarik napas panjang, dia nampak begitu letih, ini adalah hari yang indah, namun dia nampak seperti berada dalam badai musim dingin. “Ada masalah apa?” tanyaku.

“Ada dua hal.” jawabnya. “Yang pertama, sekarang adalah hari yang indah dan saya berada di kantor bekerja sejak pagi tadi. Sinar matahari masuk melalui jendela; aku dapat melihat orang-orang keluar berjalan-jalan, tetapi aku malah harus bekerja. Dan, yang kedua, sekarang kan hari minggu. Aku bekerja seminggu penuh, dan sekarang di hari minggu aku masih juga harus bekerja.” Lalu dia melanjutkan, “Aku mengemasi tas kantorku dan memutuskan untuk berjalan-jalan. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku nanti malam.”

Mendengar pembicaraannya, tak dapat tidak itu membawa kembali kenangan pada gaya hidupku dulu. Kami bekerja sepanjang hari kerja, kemudian kami juga bekerja di akhir minggu, kami bekerja sampai hari gelap, tapi nampaknya tetap tidak dapat menyelesaikannya.

Ketika aku mengenang masa itu, dia menarik napas dan berkata, “Aku hanya ingin hidup sederhana! Aku letih terus bekerja sepanjang waktu!”

Pikiranku penuh dengan gagasan tentang hidup sederhana, aku sangat bersyukur atas kehidupanku! Aku merefleksikan diri pada betapa rumitnya kehidupan kami dulu. Kamu harus bekerja untuk melunasi semua pengeluaran, untuk sekedar hidup. Atau setidak-tidaknya kami berpikir demikian.

Perlu lebih dari 10 tahun untuk mengatasi apa yang dia katakan tentang hidup sederhana. Kami tak perlu lagi bekerja siang dan malam, juga pada hari sabtu dan minggu.

Kata-kata Konfusius berkelebat dalam pikiranku ketika aku berpikir tentang pekerjaan yang kami lakukan sekarang: “Kalau kamu menyukai apa yang kamu lakukan, selanjutnya sepanjang hidupmu kamu tidak perlu lagi bekerja.”

Kehidupan sederhana berarti meninggalkan pekerjaan yang bisa membiayai gaya hidup kami dulu. Apa yang kami kerjakan sekarang, tidak terasa lagi sebagai pekerjaan karena kami menyukai apa yang kami lakukan.

Hidup sederhana bisa berarti melupakan hal-hal yang dulu Anda kira Anda membutuhkannya. Tetapi berdasarkan pengalaman kami apa yang kami hilangkan tidak cukup bernilai dibandingkan dengan apa yang kemudian kami peroleh.

.
Hidup sederhana hanyalah sebuah pilihan. Pilihan itu antara lain seperti:

  • Hidup di desa daripada di kota.
  • Makan di rumah daripada di restoran.
  • Menyewa film daripada nonton di bioskop.
  • Mencari apa yang Anda sukai daripada mencari pekerjaan.
  • Hiduplah berdasarkan apa yang Anda miliki daripada menghabiskan apa yang Anda miliki untuk melarikan diri dari kenyataan.
  • Menentukan apa yang benar-benar Anda butuhkan daripada membeli apa yang Anda inginkan.
  • Membeli barang yang fungsional, tak perlu yang bermerek, yang penting kuat, awet dan murah.
  • Membuat sendiri kado yang akan Anda hadiahkan daripada membelinya.
  • Menikmati hal-hal sederhana dalam hidup daripada mengharapkan yang muluk-muluk!
———-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s