Kuda dan Keledai Kecil

Di sebuah peternakan yang besar, seekor keledai kecil sering kali diikat menjadi satu dengan  seekor kuda liar. Kemudian keduanya dilepas di padang rumput yang luas. Kuda liar itu terus meronta dan mengamuk, kuda liar itu menarik dan menyeret keledai kecil yang diikatkan padanya itu, melemparkannya seperti sebuah karung jerami.

Setelah beberapa hari, kedua binatang itu akan kembali kepeternakan. Keledai kecil akan muncul terlebih dahulu, berlari kecil menuju kandang dengan menuntun kuda liar yang berjalan mengikutinya dengan patuh.

Di padang rumput yang sangat luas itu, kuda liar itu akhirnya kecapaian karena berusaha dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dari keledai itu. Pada saat itulah si keledai kecil memimpin. Binatang kecil, yang lamban, namun sabar dan tidak berharga itu menjadi pemimpin dari binatang yang lebih cepat, lebih tampan dan lebih bernilai.

Di tempat kerja, orang yang sabar, punya komitmen, punya metoda, dan pekerja keras akan mendapati dirinya menjadi korban perlakuan kasar dari mereka yang suka ribut. Tapi pada akhirnya, mereka cenderung mencapai prestasi yang lebih baik, lebih cepat naik jabatan, dan memperoleh lebih banyak penghormatan dari rekan kerja dan mereka yang jadi anak buahnya.

Jadi mulai hari ini, pilihlah menjadi lebih sabar dan lebih tekun.

“Sabar kadang pahit, tetapi buahnya manis.”

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s