Nilai Uang Lima Ribuan

Waktu usiaku 19 tahun, aku diterima bekerja di sebuah toko buku. Aku ditempatkan di sebuah mall, di sana ada berbagai jenis pengunjung, tapi kebanyakan remaja. Suatu malam, sepasang remaja yang berusia kira-kira 15 tahun datang ingin membeli buku. Mereka nampaknya seperti orang yang sudah biasa menyulitkan para pekerja mall. Ketika mereka datang untuk membayar, uang mereka ternyata kurang sekitar lima ribu rupiah.

Mereka nampak begitu kecewa. Aku masih punya kartu diskon yang masih berlaku sejak sebelum aku bekerja di situ. Aku berkata kepada mereka, “Tunggu sebentar, tak perlu khawatir, uangmu cukup untuk membayar buku-buku itu.” Lalu aku masukkan nomor sandiku, berharap semuanya berjalan lancar. Dan memang demikian.

Mereka masih menerima kembalian beberapa ribu rupiah. Mereka mengucapkan terimakasih, lalu meninggalkan toko. Aku yakin bahwa seperti pelanggan-pelanggan lain yang begitu banyak jumlahnya, aku tidak akan pernah bertemu mereka lagi.

Aku sudah lupa pada peristiwa itu, tapi ingatan itu kemudian datang lagi, ternyata mereka muncul lagi malam-malam, hanya untuk memberiku selembar kartu ucapan terimakasih yang bertuliskan, “Orang seperti Andalah yang membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali.”

Aku begitu bahagia dan bersyukur atas penghargaan kecil dan peristiwa itu akan terus tinggal dalam hatiku untuk selamanya. Kamu, gadis kecil, dan pacarmu juga, telah membuat dunia ini sedikit lebih cerah juga.

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s