5. Kejujuran

Hati-hati dengan ucapanmu. lakukanlah hal yang benar.

Ketika Bobby berumur 5 tahun, dia diajak ayahnya pergi berkeliling naik mobil ke pinggir kota. Di sebuah perempatan, ayah Bobby terus saja melaju dan tidak mempedulikan lampu lalulintas yang sedang merah.

Bobby berkata: “Yah, di sekolah guruku mengajarkan bahwa kita harus berhenti di setiap lampu merah.”

Ayahnya menjawab, “Oh, jangan khawatir nak. D i jalan ini tidak ada kendaraan lain yang lewat, selain itu, di sekitar sini tidak ada polisi. Tidak seorangpun yang melihat kita melanggar rambu lalulintas.”

Ketika Bobby berumur 12 tahun, ibunya mengajaknya menonton film. Ketika mereka dalam perjalanan ke  gedung bioskop, ibunya berkata: “Bobby, kalau nanti penjaga pintu bertanya berapa umurmu, katakan saja kalau kamu berumur sebelas tahun, akan aku belikan kamu tiket setengah harga untuk anak-anak.”

Ketika Bobby berumur enambelas tahun, dia mendengar ayahnya bicara di telpon dengan seorang akuntan, “Benar Charlie,” kata ayah Bobby, “Lupakan kalau aku pernah mengatakan padamu tentang pendapatan ekstra yang aku peroleh dari jual beli saham kemarin. Itu tidak tercatat di manapun, jadi kita tidak perlu membayar pajak lebih besar.”

Ketika Bobby berumur sembilan belas, dia masuk universitas. Dan enam bulan kemudian, orang tuanya menerima surat dari universitasnya:

Bapak dan Ibu Smith yang terhormat,
Dengan menyesal kami beritahukan kepada Anda bahwa anak Anda Bobby terpaksa kami keluarkan dari universitas karena dia telah melanggar peraturan, dia tertangkap basah menyontek dalam ujian semester.
Ibu Bobby menjerit, “Bobby menyontek dalam ujian? Bagaimana mungkin? Kami membesarkannya dalam rumah yang tenteram. Darimana dia belajar tidak jujur seperti itu?”

Dan ayah Bobby menghela napas panjang, sambil menggelengkan kepala, dengan sedih bertanya: “Bagaimana mungkin Bobby tega melakukan hal seperti ini kepada kita?”

Orang yang punya etika berkata dengan sejujurnya, karena perkataannya berarti tanggung jawab, dan tanggungjawab adalah kehormatan.

Ajarilah anak-anak Anda berkata jujur sambil Anda sendiri menjaga ucapan Anda. Ketika anak-anak Anda terbiasa mengatakan kebenaran, maka mereka akan terhindar dari rasa malu akibat kebohongan mereka sendiri. Ketika anak-anak Anda terbiasa berkata jujur, maka mereka tidak akan terperangkap oleh dustanya sendiri.

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s