e. Bertransaksi Dgn Jujur

Ketika aku masih kecil, ayahku punya toko yang menjual kebutuhan sehari-hari di selatan kota. Pada saat itu usiaku sekitar tujuh atau delapan tahun, aku diizinkan “bekerja” di toko. Mula-mula aku belajar mengemas belanjaan ke dalam kantong kertas dan membantu pelanggan membawa kantong belanjaan mereka ke mobil. ketika aku bertambah besar, aku diperbolehkan menjual gula-gula dan permen karet di counter-nya, ketika aku semakin besar, aku mulai belajar menaruh makanan kaleng di rak dan makanan beku ke dalam lemari es. Setelah itu, aku belajar bekerja di bagian kasir dan memberikan uang kembalian. Akhirnya, ketika aku sudah di SMA, aku “dipromosikan” untuk bekerja di bagian produksi dan menyusun buah-buahan dan sayuran menjadi display yang indah untuk memenuhi pesanan khusus para pelanggan.

Di bagian produksi itulah aku mempelajari “Aturan buah cheri bos” (yang adalah ayahku). Peraturan cheri merupakan kombinasi sederhana tentang pemasaran yang baik dan kejujuran yang cermat.

Bila Anda memasukkan sekilo buah cheri -walau ketika ditimbang beratnya lebih dari sekilo- ke dalam kantong yang dapat memuat dua kilo buah cheri, pelanggan akan mengira bahwa mereka ditipu. Tetapi kalau Anda memasukkan sekilo buah cheri – yang tepat timbangannya- ke dalam kantong yang hanya dapat memuat tigaperempat kilo buah cheri, maka pelanggan akan merasa bahwa mereka memperoleh lebih dari yang seharusnya.

Ini memang masuk akal. walaupun isinya sama-sama sekilo, wadah yang kepenuhan lebih menarik -dan bisa lebih laku- dibandingkan dengan wadah yang hanya berisi setengah.

Namun kunci dari “peraturan buah cheri” bukanlah pada daya tarik pemasaran dari wadah yang kepenuhan. Tetapi pada timbangan yang cermat untuk memastikan bahwa yang ada di kantong itu benar-benar sekilo penuh.

Akan sangat mudah mengurangi beberapa butir buah cheri, untuk mengurangi timbangannya. Ada begitu banyak buah cheri dalam kantong sehingga tidak akan ada orang yang mengira ada buah cheri yang hilang. Tetapi, kecuali kalau timbangannya benar dan tepat, teknik pemasarannya tidak lagi menjadi alat penjual tetapi merupakan cara yang tidak jujur untuk mencurangi pelanggan.

“Kalau kamu tergoda,” ayahku selalu berpesan pada karyawannya -termasuk aku- “untuk mengurangi beberapa buah cheri, mengurangi timbangannya, dan akhirnya mengurangi pelanggan, tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang terjadi kalau pengawas dari departemen timbang dan tala melakukan pemeriksaan mendadak pada isi kantong yang telah kalian kemas. Akankah kalian bersyukur atas kejujuran kalian, atau kalian mau di cap sebagai penipu?”

Kemudian, dari keyakinan pribadi dan pandangan hidupnya sendiri, ayahku selalu menambahkan, “Pengawas utama -yang adalah nurani kalian dan juga Tuhan kalian- selalu mengawasi dan memeriksa kalian, tidak hanya ketika kalian bekerja mengemas kantong buah cheri, tetapi dalam segala hal yang kalian lakukan.”

“Peraturan buah cheri” tidak hanya berlaku pada penjualan buah-buahan. Anda dapat mendidik anak Anda bahwa orang yang punya etika adalah orang yang jujur dalam setiap tindakannya, semua perbuatannya dan semua urusannya.

Seperti yang diajarkan dalam aksioma kuno, “Tidak ada yang disebut dengan tingkatan kejujuran. Yang ada hanyalah Anda jujur atau Anda tidak jujur.”

———-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s