3. Dengan Sepenuh Hati

Belum lama berselang, seorang pesohor pendidik diminta menjadi konsultan sebuah kantor pemerintah, untuk membuat rencana pembangunan fasilitas baru bagi anak-anak nakal dan bermasalah.

Dia memperhatikan semua rencana yang dibuat, lalu menulis laporan yang mendesak agar seluruh rencana itu ditinjau ulang. Asrama dan ruang kelas harus dirancang sesuai dengan standar terbaik; lapangan olah raga harus punya perlengkapan terbaik; program pendidikannya harus menggunakan teknik inovatif mutakhir dan harus dilengkapi dengan bahan-bahan yang paling baru; dapurnya harus menyediakan makanan yang bermutu; dan harus mempekerjakan staf terbaik yang paling berpengalaman.

Di akhir laporannya konsultan itu menyimpulkan, “Walau hanya satu anak saja yang terselamatkan dari kehidupan yang penuh kemerosotan moral, maka semua pengeluaran dan tenaga untuk membangun fasilitas ini sudah cukup memadai.”

Pimpinan kantor pemerintah mengucapkan terimakasih atas hasil kerjanya, namun kemudian berkata: “Saya berharap kami mampu mengimplementasikan semua saran Anda, namun, bagaimanapun juga, ini adalah proyek yang dibiayai masyarakat, dan dana kami sangat terbatas. Tapi, katakan sejujurnya, tidakkah Anda terlalu berlebihan? Apakah semua pengeluaran ini sungguh-sungguh sebanding kalau ada seorang anak saja yang terselamatkan?”

Pendidik itu menjawab, “Kalau itu anak saya, ya!”

Mereka adalah anak-anak Anda yang sangat berharga, yang dapat dibimbing menuju kehidupan penuh sopan santun dan etika yang baik, itu bila Anda memilih untuk mendidik mereka dan menjadi teladan bagi mereka.

Aksioma modern mengajarkan, “Hanya ada dua hal abadi yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita. Yang pertama adalah akar, yang kedua adalah sayap.”

Memberikan hadiah akar dan sayap merupakan sebuah tantangan dan komitmen yang sangat bernilai karena berasal dari seluruh jaringan tubuh Anda; “Dengan segenap hati, dengan seluruh jiwa dan dengan sepenuh kemampuan.”
Hadiah inilah yang akan memenuhi janji yang Anda ucapkan pada diri Anda sendiri dan pada anak-anak Anda ketika Anda memutuskan untuk membawa mereka ke dunia ini. Dan hadiah inilah yang memenangi pertaruhan Anda dalam sejarah umat manusia.
Anak-anak Anda, dunia mereka yang penuh masalah, dan terutama, nasib mereka, masih menunggu.
Mengutip pernyataan orang bijak zaman dulu, “Kalau tidak sekarang. Kapan?”

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s