d. Pengorbanan

Kisah ini memperlihatkan adanya cinta sejati dan pengorbanan sepasang kekasih. Juga menunjukkan kepada kita penyatuan semangat tidak mementingkan diri sendiri serta pengorbanan diri. Kisah ini menceritakan betapa seorang gadis cantik yang feminin dapat menunjukkan kekuatannya, dan bagaimana seorang pemuda yang sangat maskulin dapat menunjukkan kelembutan dan pengorbanan.

Dalam kisah ini, Jimmy dan Della, muda dan sedang kasmaran, sangat berkeinginan untuk memberikan hadiah istimewa pada kekasihnya di hari Kasih-sayang. Tetapi mereka begitu miskin; mereka tidak punya uang untuk membeli hadiah yang mahal.

Milik Jimmy yang paling berharga adalah jam saku emas, warisan turun temurun dari kakeknya, kepada ayahnya dan kemudian kepadanya. Dia menjual jam sakunya itu agar punya uang untuk membeli hadiah buat Della, sebuah sisir terbuat dari kulit penyu yang sangat indah, untuk rambut Della yang panjang dan indah.
Sementara itu Della memotong rambut panjangnya, lalu menjualnya, agar dia punya uang untuk membeli hadiah buat Jimmy, rantai emas untuk jam saku Jimmy.

Baik Anda menikah ataupun tidak, sedang memadu kasih atau tidak punya pasangan lagi, Anda bisa mengajar anak-anak Anda apa artinya menjadi seorang laki-laki, apa artinya menjadi seorang wanita, apa manfaatnya menjadi begitu emosional dan mementingkan diri sendiri, dan apa gunanya berhasil dalam hubungan asmara, dengan bagaimana Anda menyatakan diri; bagaimana cara Anda menunjukkan kekuatan dan kelembutan hati maupun tingkah-laku; dengan bagaimana Anda menyeimbangkan kekuatan pribadi dan bela-rasa yang mendalam.

Ajarilah Anak-anak Anda untuk menganggap kehidupan orang lain sama pentingnya dengan kehidupan mereka sendiri, itu dapat dilakukan dengan cara tidak mementingkan diri sendiri dan dengan bermurah hati, suka memberi dan baik hati.

Kalau Anda mencintai secara mendalam dan dengan nyata, teladan Anda akan semakin menyebar. Ketika anak-anak Anda melihat orang dewasa penuh rasa hormat, peduli, dan saling mengasihi, mereka tidak saja belajar bagaimana berperilaku dalam pergaulan pribadi yang sangat erat, tetapi bagaimana menghormati, mempedulikan dan mencintai orang lain.

Seperti yang ditekankan oleh Dr. Erich Fromm, seorang psikolog, “Cinta adalah… sebuah sikap, sebuah orientasi karakter yang menentukan keterhubungan seseorang dengan dunia secara menyeluruh… Kalau aku benar-benar mencinta seseorang, aku mencintai semua orang, aku mencintai dunia, aku mencintai kehidupan.”

Sebuah iklan

Dalam kendaraan umum yang penuh sesak, ada seorang ibu lanjut usia membawa tas yang berat menengok ke kiri dan ke kanan untuk mencari tempat duduk, walau banyak pria dan orang muda yang duduk, tidak ada seorangpun yang peduli pada ibu tadi, malah beberapa di antara mereka pura-pura tidak tahu. Tapi kemudian ada seorang pemuda yang bangkit, memberikan tempat duduknya pada ibu tadi, mengangkat bawaannya dan menaruhnya di tempat barang di atas tempat duduknya. Nampak ibu tadi tertegun sebentar, lalu dengan tulus berterimakasih pada pemuda tadi.

Memang demikianlah seharusnya kehidupan, yang muda dan kuat mengalah demi yang lemah, pada orang tua, wanita dan anak-anak. Teladankan hal seperti ini pada anak-anak Anda.

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s