Attunement

Paramahansa Yogananda (MP 13 )

“Menyelaraskan diri (attunement) pada Guru berarti menerima sepenuh hati bimbingannya, dan juga kegiatannya. Penerimaan Anda harus secara total. Anda tidak dapat mengatakan, misalnya: “Aku menerima apa yang Guru katakan pada situasi ini, tetapi tidak pada situasi yang itu.” Demikian juga tidak seharusnya Anda mengatakan: “Aku menerima apa yang dikatakannya padaku, tetapi tidak pada kata-kata orang yang ditunjuk untuk mewakilinya.”

“Attunement juga berarti mendengarkan bimbingan batin Sang Guru dalam hati Anda. Dalam segala hal, tanyakan dalam hati apa yang harus Anda lakukan; bagaimana Anda harus bertingkah-laku; bagaimana Anda dapat lebih dalam mencintai Tuhan. Lebih dari sekedar bimbingan, mintalah kekuatan agar dapat mengembangkan spiritualitas Anda.”

“Tetapi jangan lupakan bimbingan akal sehat Anda. Jangan pernah, atas nama attunement, bertingkah-laku sedemikian rupa seperti misalnya menentang pertimbangan yang sehat atau menentang aturan kesusilaan.” Dengan kata lain, jangan biarkan attunement pada Guru, menjadi alasan untuk membayangkan tindakan yang tidak disiplin!”

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s