Menikmati Hidup

(MP 13).

Seorang pengusaha kaya dari ibukota keheranan melihat seorang nelayan sedang berbaring bermalas-malasan di tepi pantai di samping perahunya sambil menikmati rokoknya.
“Mengapa engkau tidak melaut dan mencari ikan?” Tanyanya.
“Karena ikan yang saya dapat sudah cukup menghasilkan uang untuk hidup hari ini.” Jawab si nelayan.
“Mengapa engkau tidak berusaha menangkap ikan lebih banyak lagi, melebihi yang engkau perlukan?” Tanya si pengusaha kaya.
“Untuk apa?” Nelayan itu balik bertanya.
“Dengan begitu engkau akan dapat menghasilkan uang lebih banyak,” jawabnya. “Dengan uang itu engkau bisa membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh lagi dan menangkap ikan lebih banyak lagi. Kemudian engkau akan memiliki lebih banyak uang untuk membeli jaring nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu akan cukup untuk membeli sebuah kapal lagi . . . bahkan mungkin beberapa kapal. Lalu engkau akan menjadi kaya seperti aku.”
“Setelah itu aku harus berbuat apa?” Tanya si nelayan.
“Selanjutnya engkau bisa beristirahat dan menikmati hidup,” kata si pengusaha.
“Menurut pendapat bapak, sekarang ini aku sedang berbuat apa?” Kata si nelayan puas.
Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada terus menumpuk harta.

———-

One comment on “Menikmati Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s