Pertanian Prana

Oleh : Bernard Prasodjo

Tulisan ini merupakan rangkuman ceramah Master Nona Castro dalam Konvensi Penyembuh Prana se dunia di Canada beberapa bulan yang lalu. Walaupun dia menekankan bahwa ini semua masih dalam rangka percobaan dan ada kemungkinanan beberapa tindakan yang dilakukan sebenarnya tidak diperlukan, tetapi penjelasannya sungguh menarik dan menggugah keingin-tahuan kita untuk lebih mendalami dan mencobanya.

Bayangkan saja, dengan melakukan Pertanian dengan Prana, ketika sudah saatnya dipanen, kol yang ditanam menjadi dua kali lipat besar dari biasanya, bahkan lebih, itu dapat dilihat pada foto di samping ini. Kol yang dipegang oleh anak kecil ditaman di lahan yang tidak diberi perawatan prana, sedangkan yang besar pertumbuhannya dibantu dengan perawatan prana.

Perawatan Prana yang dilakukan pertama-tama adalah merawat tanah atau ladang dan benih agar terhindar dari penyakit atau pengaruh tertentu, tahap berikutnya adalah pemberian energi prana dan pemberian pupuk untuk membantu meningkatkan hasil panenan dan memperbaiki mutu tanaman.

Pertanian dengan Prana ini secara garis besar terdiri dari dua bagian:

Pertama, Psikoterapi Prana. Kemungkinan lahan yang akan ditanami sebelumnya telah mengalami perusakan, karenanya perlu perawatan Psikoterapi, bisa dengan menggunakan prana warna ungu listrik, ungu biasa atau putih.

Kemudian lakukan pembersihan/penyapuan, termasuk radius di luar lahan itu, juga di atas tanah dan di dalam tanah (3 sampai 10 meter).

Setelah itu lakukan penyapuan dengan warna hijau muda atau hijau sedang, kemudian dengan jingga muda (seperti membajak, agar tanah lebih mudah menyerap makanan, prana dan pupuk yang diperlukan tanaman.

Proses selanjutnya adalah menanamkan kristal citrine pada keempat sudut lahan. Sebelumnya programlah kristal itu agar secara terus menerus membersihkan dan menyerap unsur-unsur negatif. Untuk memonitor, anda dapat menggunakan kristal induk yang ditaruh di dalam rumah.

Putar kaset rekaman Meditasi Jantung Kembar, lantunan OM atau Om Shanti di dekat lahan itu untuk membantu membersihkannya.

Lakukan permohonan khusus kepada malaikat alam dan malaikat penciptaan, roh alam, pada bumi, terutama dengan maksud agar mereka secara terus menerus hadir dan memberkati. Yang biasa dilakukannya adalah mengucapkan penegasan singkat sebagai berikut:

Malaikat (nama tanaman), berkatilah Tuhan, Malaikat Tuhan, berkatilah (nama tanaman).

Kedua, lakukan pemberian energi. Selain melakukan doa permohonan setiap hari, berilah energi pada pupuk, mineral dan tanah yang akan digunakan.

  • Berikan energi merah muda atau merah sedang pada tanahnya.
  • Setelah benih ditanam, berikan energi pada benih-benih itu dengan prana ungu listrik.
  • Pada hari-hari berikutnya, beri energi benih-benih itu dengan prana merah muda atau kuning kemerahan atau lembayung.
  • Ketika benih mulai tumbuh, hentikanlah pemberian energi, serahkan saja perawatan selanjutnya pada alam, matahari, dan para Malaikat serta roh alam.
  • Meditasi Jantung Kembar, Om atau Om Shanti dapat diputar beberapa kali di lahan itu.

Banyaknya sesi penyembuhan tergantung pada benihnya. Saat percobaan dan berdasarkan pengalaman, jumlah perawatan yang dilakukan berkisar antara satu sampai sembilan kali, dua kali seminggu. Keakraban, rasa hormat, rasa syukur dan keselarasan dengan bumi pertiwi, Malaikat dan roh alam akan membangun sinergi di antara para pekerja di ladang (baik yang nampak maupun tidak).

Setelah melakukan semua proses di atas, lindungi lahan anda dengan menutupnya dengan plastik berwarna merah agar pertumbuhan dan panenan dapat dipercepat. Penutupan dengan plastik harus dilakukan ketika benih sudah ditanam, dan harus segera diangkat ketika benih mulai tumbuh.

Secara garis besar, inilah penjelasan yang diberikan oleh Master Nona Castro berkenaan dengan Pertanian dengan Prana, semoga ini dapat menjadi pendorong anda untuk melakukan percobaan dan penelitian lebih lanjut, bereksperimenlah dan buktikanlah sendiri kehebatan daya prana.

———-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s