Penyembuhan Masal

Oleh : Bernard Prasodjo

Kadang kala, mau tidak mau, karena berbagai hal, kita terpaksa harus melakukan penyembuhan secara masal, seperti dalam kasus Safari Penyembuhan Prana di Tegal, dimana pasiennya terlampau banyak, sedangkan penyembuhnya hanya tiga orang dan waktunya sangat terbatas. Kalaupun harus dilakukan penyembuhan satu persatu, mungkin dibutuhkan waktu selama tiga hari tanpa henti.

Penyembuhan masal memang jarang dilakukan oleh para penyembuh prana, kecuali kalau terpaksa, mengapa demikian? Karena pada tingkat seperti kita, memang sulit melakukannya dengan hasil yang memuaskan, karena dalam penyembuhan masal, diperlukan energi ilahi atau energi ungu listrik dalam jumlah yang sangat banyak.

Tetapi ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat melakukannya, dengan mempersiapkan diri dengan baik, misalnya dengan melakukan meditasi sebelumnya, dengan ketulusan dan cinta kasih serta keyakinan serta kepercayaan diri yang besar, kita mampu melakukannya. Tetapi kendalanya lebih pada pasien kita, kadang mereka kurang puas kalau dirawat dengan teknik penyembuhan masal ini, mereka lebih yakin kalau penyembuhan dilakukan secara pribadi, hal ini menyebabkan pasien kurang reseptif, dan kalau pasien kurang reseptif, penyembuhan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik.

Walaupun penyembuhan masal dapat dilakukan secara umum, dengan tanpa mengelompokkan pasien berdasarkan penyakitnya terlebih dahulu, tanpa menghiraukan penyakit yang diderita pasien-pasien kita, kita sekaligus dan langsung melakukan penyembuhan masal kepada mereka.

Tetapi kita perlu rendah hati, sebaiknya kita mengukur kemampuan kita, pengalaman kita dan kekuatan penyembuhan kita. Harus kita sadari bahwa kita masih dalam tingkat pemula, masih banyak yang perlu kita pelajari. Sangat bijaksana kalau kita mengelompokkan pasien kita terlebih dahulu berdasarkan penyakit yang dideritanya, cukup dalam garis besarnya saja, misalnya yang menderita gangguan pernapasan dikelompokkan menjadi satu, termasuk di dalamnya penyakit asma, batuk, sakit tenggorokan dan sebagainya. Demikian pula yang menderita gangguan pencernaan, misalnya maag, diare, kembung dan sebagainya. Atau yang menderita penyakit dalam, paru-paru, jantung, hati dan sebagainya.

Master sendiri lebih suka melakukan penyembuhan masal berdasarkan pengelompokan penyakit seperti diatas.

.
Bagaimana cara melakukan penyembuhan masal?

Berikut ini adalah teknik penyembuhan masal yang biasa dilakukan oleh penulis. Ini merupakan gabungan penyembuhan masal dengan penyembuhan instruktif. Cara ini bukanlah cara yang baku, bisa saja setiap penyembuh menggunakan tekniknya sendiri.

Sebelum melakukan penyembuhan masal sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan baik, yang ideal adalah dengan terlebih dahulu melakukan meditasi beberapa hari berturut-turut, ini diperlukan terutama untuk mengaktifkan cakra mahkota kita agar dapat menarik lebih banyak energi ungu listrik. Secara garis besar tekniknya adalah sebagai berikut:

  1. Tingkatkan penerimaan (reseptivitas) pasien kita, antara lain dengan menjelaskan apa yang harus dilakukannya selama penyembuhan berlangsung, mereka harus mempunyai keyakinan penuh, misalnya dengan mengatakan sebagai berikut: “Bapak dan ibu, kita akan memulai penyembuhan ini, silahkan duduk dengan punggung tegak, jangan menyandar, jangan menyilangkan kaki dan tangan (sambil memberikan contoh), pejamkan mata, sekarang kita akan mengatur napas, tarik napas pelan-pelan…, hembuskan perlahan-lahan…, tarik lagi pelan-pelan…, hembuskan lagi perlahan-lahan, terus lakukan pengaturan napas ini selama penyembuhan berlangsung. Berdoalah kepada Tuhan agar diberi kesembuhan, kalau bapak ibu berdoa dengan penuh keyakinan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak dan ibu, jangan ragu, yakinlah. Tetapi sebelumnya buanglah dulu rasa benci, dendam, kemarahan, kecemasan dari dalam hati, mohon ampunlah pada Tuhan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak ibu. Ucapkan terimakasih atas anugerah yang sudah bapak dan ibu terima.”
  2. Berdoalah dengan suara yang cukup keras, agar terdengar oleh pasien anda, sehingga mereka dapat ikut berdoa: “Tuhan, dengan rendah hati kami mohon rahmatmu, untuk kesembuhan saudara-saudari kami ini, jadikanlah aku alat penyembuhMu, berikanlah perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan terimakasih, terjadilah!!” Anjurkan pasien anda untuk memusatkan perhatian ke bagian tubuh mereka yang sakit, sambil terus berdoa.
  3. Berdoalah dalam hati, “Tuhan, terimakasih atas energi ilahiMu, terimakasih atas kesembuhan saudara-saudari kami ini, dengan penuh keyakinan terjadilah!!” Dengan serentak pusatkan perhatian anda pada cakra mahkota dan cakra jantung anda, tariklah energi ungu listrik melalui cakra mahkota, bayangkan energi itu mengalir ke cakra jantung kemudian terpancar melalui telapak tangan anda. Bayangkan energi ungu listrik ini memasuki cakra ajna masing-masing pasien anda, terus mengalir memenuhi tubuh mereka, memancar keluar dan mulai memenuhi aura mereka, aura mereka bertambah besar dan saling menyatu, bayangkan semua pasien anda berada dalam lautan cahaya ungu listrik.
  4. Dalam hati katakan: “Seluruh aura, semua cakra, meredian, organ, kelenjar, syaraf, otot, tulang, cairan tubuh telah dibersihkan…. (beri waktu cukup lama), diberi energi…., dan menjadi normal……. Secara fisik, emosi, mental dan spiritual mereka telah sembuh, terjadilah, terjadilah, terjadilah”, pusatkan perhatian terutama pada cakra dan organ yang terganggu, sesuai dengan kelompok penyakit yang sedang disembuhkan. Pancarkan terus energi ungu listrik ke pasien anda.
  5. Berdoalah sekali lagi dalam hati “Tuhan, terimakasih atas kesembuhan yang telah Kau berikan, terimakasih Engkau telah menjadikan aku alat penyembuhMu, terimakasih atas energi penyembuhMu, terimakasih atas perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan dengan penuh rasa syukur, terjadilah.”
  6. Katakan pada pasien-pasien anda: “Bapak ibu, berdoalah dengan penuh keyakinan kepada Tuhan, ucapkan terimakasih atas kesembuhan yang telah diberikanNya, kalau bapak ibu yakin, bapak ibu pasti diberi kesembuhan….! Tarik napas pelan-pelan…, hembuskan perlahan-lahan…, tarik lagi…, hembuskan…, terus lakukan pernapasan tenang ini. Sekarang perlahan-lahan buka mata bapak ibu sekalian sambil tersenyum, bagaimana rasanya? Pasti bapak ibu merasa lebih baik.”
  7. Beritahu pasien anda agar jangan mandi 12 jam setelah penyembuhan, agar energi penyembuhan dapat terus bekerja sampai habis digunakan.
———-
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s