Perioda 2008 II

SARASEHAN PENYEMBUH PRANA NASIONAL V
The Spring of Living Water, 7-9 November 2008

Sebagian peserta bersama-sama naik bus menuju lokasi Sarasehan

Tempat sarasehan berlangsung sangat asri dan luas, nampak dalam gambar bungalow mungil tempat peserta menginap.

Ketua panitia sedang memberikan ucapan selamat datang

Sebagian anggota panitia penyelenggara berfoto bersama di atas panggung

Pembicara pertama, Dr. Muslichan Sp.Pd. membahas tentang gaya hidup dan pengaruhnya terhadap kesehatan usia pertengahan dan Lanjut.

Pembicara kedua, OS Rosadi, mengetengahkan makalahnya, “Makna sentuhan, membaca wajah dan bahasa tubuh.”

Nampak para peserta tertawa mendengar paparan pembicara yang kocak

Suasana gembira saat rehat teh

Pembicara berikutnya, Putu Arsaningsih mengetengahkan makalah tentang Estetika Prana: Membentuk tubuh, mengurangi berat badan, menghilangkan kerut wajah serta selulit dengan teknik Penyembuhan Prana

Nampak para peserta dengan serius mendengarkan

Untuk mengurangi berat badan, perlu dilakukan 5 langkah senam Tibet

Juga didemonstrasikan cara menghilangkan kerut wajah

Ini adalah bukti keberhasilan perawatan menurunkan berat badan, setelah perawatan prana selama 3 bulan, berat badannya turun dari 65 kilogram menjadi 56 kilo

Ibu Jenny seorang pengusaha salon dari Kudus, mengisahkan keberhasilannya dalam menggunakan teknik estetika prana, pelanggannya sangat puas karena perawatannya cepat dan manjur

melakukan senam pagi sebelum bermeditasi

bersiap-siap melakukan meditasi bersama diseputar kolam renang

Master Herminia sedang menjelaskan perihal manfaat energi spiritual

Agus Sunaryo dari Semarang membawakan makalahnya dengan sangat menarik dan jenaka

Makalahnya mengenai siklus prana berdasarkan penanggalan Jawa sangat menarik
Cakram yang digunakan untuk mengkonversi kalender Masehi ke almanak Jawa
Para pembicara memperoleh kenang-kenengan selendang putih dari panitia

Dengan rendah hati Master Herminia juga menerima selendang

Berfoto bersama dengan mengenakan selendang putih

Pembahasan selanjutnya “Melihat Vegetarianisme dengan jernih.” Oleh Indra Gunawan

Para peserta dengan penuh perhatian mendengarkan paparan pembicara

Masih tentang vegetarian, Janti Atmodjo mengetengahkan “Hubungan vegetarian dengan pemanasan global.”

Rehat teh dilakukan tiga kali dalam sehari

Giliran Deddy Tjipto membahas tentang “Teknik meminjam dan mengambil manfaat.” Tentu saja ini berkatian dengan energi Prana

Dr. Wayan Sandi Adnyana berbicara tentang “Vajra, sisi lain penyembuhan dengan kristal.”

Gambar di atas adalah Vajra khas Bali, yang kecil, Dorjee dari Tibet, setiap daerah mempunyai jenis vajranya masing-masing

Hari terakhir, pagi hari, semua peserta melakukan senam Tera bersama

Bukan, pak Agung bukan sedang menyanyi, dia sedang membahas makalah tentang Manfaat Bola Energi, materinya yang sangat menarik

Herman Willianto membawakan makalahnya “Quantum field, homeopathy and energy healing.”

Giliran Suhardo dari Jogjakarta mengetengahkan makalah: “Pengalaman melakukan talkshow Prana di radio.” Dijelaskan di sini bagaimana mengirimkan energi dengan menjentikkannya dari jauh.

Di saat istirahat, Master Herminia menyempatkan diri memberkati benda-benda berharga milik para peserta.

Pak Tjetjep membuktikan pentingnya keyakinan dalam melakukan penyembuhan

Hanya dengan membaca buku “The Existence of God is Self Evident,” energi seseorang mengembang sangat banyak

Saat senggang di malam hari, pak Tjetjep menjelaskan seluk beluk krisis ekonomi global dan bagaimana kita menghadapinya
Makalah terakhir sarasehan V dibawakan oleh Haryanto: “Seluk beluk Migrain dan cara mengatasinya

Penutup, kesimpulan dan evaluasi dibawakan oleh Tjetjep Muljana

Sarasehan Penyembuh Prana V telah usai, sampai jumpa di sarasehan berikut
Pertemuan pelatih dimulai tanggal 9 November siang hari dan berakhir tanggal 10 siang, pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 25 orang pelatih

Sebagian peserta Pertemuan Pelatih bergambar bersama

Tanggal 10 November subuh, para peserta dari Bali mohon diri meninggalkan sarasehan untuk bersembahyang di sebuah pura di gunung Salak

Ananta sedang sibuk menghitung uang hasil penjualan cakram Kabalistik milik Master Herminia
Cakram Kabalistik untuk memurnikan energi air dan penyembuhan
Foto bersama sebelum pulang ke tempat masing-masing. Sarasehan ke 5 ini secara resmi diikuti oleh 87 peserta

Ini sih jeruk makan jeruk, fotografer memotret fotografer
———-

2 comments on “Perioda 2008 II

    • Anda bisa bergabung dengan komunitas alumni Lokakarya Prana yang tersebar di seluruh Indonesia, di Jakarta ada beberapa pusat penyembuhan, pelatihan dan meditasi, antara lain: Pranava, jl. Kalipasir no. 7, Jakarta, tel. 3100667, email: dewanata@ dnet.net.id atau di Prana Anggur, Jl. Anggur Barat V/2, tel 7694663 atau di sekretariat Yayasan Prana. Teriakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s