Hati yang Dingin

Sumber: Tidak diketahui

Ada enam orang yang terperangkap dalam cuaca yang dingin menggigit. Masing-masing mempunyai sebatang kayu.

Api mereka yang hampir padam memerlukan tambahan kayu. Seorang diantaranya menolak memberikan kayunya hanya karena melihat salah seorang dari mereka yang mengelilingi api itu berkulit hitam.

Pria yang satu lagi menatap wajah di depannya, yang ternyata berbeda agama dengannya, karenanya tidak rela memberikan kayunya untuk tambahan kayu bakar.

Pria ketiga, yang berpakaian compang camping, memeluk kayunya erat-erat. Mengapa harus kuberikan kayuku untuk menghangatkan orang-orang kaya yang sombong ini? Katanya dalam hati.

Orang kaya itu hanya duduk menyandar dan memikirkan kekayaannya yang tersimpan rapi di suatu tempat. Untuk apa aku berikan kayuku pada orang miskin yang malas ini? Pikirnya.

Wajah pria berkulit hitam itu nampak penuh dengan dendam, mengharap agar api itu segera padam, dia tidak sudi memberikan kayunya untuk membalas sakit hati pada orang berkulit putih itu.

Dan orang terakhir dalam kelompok yang tak punya harapan itu, tidak akan memberi tanpa imbalan. Dia hanya akan memberi kepada mereka yang membayar, dia terus menunggu adakah orang yang mau membeli kayunya.

Batang-batang kayu itu dipeluk erat oleh orang-orang sekarat itu sampai ajal menjemput, sebenarnya mereka bukan mati oleh udara yang sangat dingin di luar, tetapi oleh dinginnya hati dalam diri mereka.

———-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s