Menenangkan Diri

Oleh: Bernard Prasodjo

Kita dapat menenangkan diri dengan cara yang sangat sederhana dan cukup mudah, hanya dengan mengatur pernapasan kita; dengan menghirup napas perlahan-lahan, dalam dan merata dan kemudian menghembuskannya kembali perlahan-lahan sampai tidak ada udara tersisa dalam paru-paru kita, dengan melakukan ini beberapa siklus, kita sudah dapat menenangkan diri kita.

Bagi para penyembuh prana, hal semacam ini bukan merupakan hal yang baru, dalam praktek penyembuhannya, mereka sudah terbiasa melakukan “pernapasan prana”, dengan berbagai cara yang lebih bervariasi dan dengan tujuan yang agak berbeda, para penyembuh prana melakukan pernapasan terutama untuk menarik energi segar dari alam disekitarnya. Walaupun kemudian pada akhirnya pernapasan ini akan mempunyai pengaruh menenangkannya juga.

Ada berbagai metoda pernapasan dalam, tetapi untuk tujuan menenangkan diri, metoda pernapasan dalam yang berikut ini sudah sangat memadai.

Bagi mereka yang mempunyai kesulitan dalam mengontrol emosinya sehingga mudah sekali merasa terganggu, bisa karena ketakutan, kekhawatiran yang berlebihan, mudah naik darah, mudah tersinggung, mudah terharu, dendam dan sebagainya, atau mereka yang selalu memendam perasaannya, latihan berikut ini akan sangat membantu.

Latihan:

  1. Perhatikan pikiran, perasaan dan tubuh fisik anda ketika anda dalam keadaan gembira. Ulang-ulanglah masuk dalam suasana hati seperti ini. Langkah ini dimaksudkan hanya untuk identifikasi saja. Bila kita tetap tinggal dalam kondisi tubuh kita saat ini, maka suasana hati kita saat ini akan terus ditekan dan akibatnya kita akan semakin sulit menenangkan diri. Jadi rasakanlah suasana hati anda seperti saat anda sedang bergembira.
  2. Di manapun proses bernapas anda, sekarang hembuskanlah. Sekarang bawalah perhatian pada pernapasan anda, apakah pada saat ini anda sedang menghembuskan napas ataupun sedang menghirupnya, hembuskan napas anda sebanyak mungkin sekarang! Mungkin anda ingin mengempiskan perut anda sedikit agar membuat setiap udara yang tertinggal di paru-paru anda keluar. Tetapi, jangan membuat hembusan napas anda menjadi tersendat dan terlalu berat.
  3. Perlahan lahan, tariklah napas enam hitungan. Kalau tadi anda mengencangkan perut anda, perlahan-lahan kendurkanlah. Ketika anda mulai menarik napas, kontrolah tarikan napas anda. Cobalah untuk tidak menyentakkan napas anda pada saat awal anda menarik napas. Jagalah agar napas anda tetap mantap dan merata sampai hitungan keenam selesai.
  4. Perlahan-lahan, hembuskan napas enam hitungan.  Hembuskan napas dengan mantap dan kontrollah seperti ketika tadi anda menarik napas.
  5. Teruslah menarik napas dan menghembuskannya masing-masing enam hitungan sampai anda menjadi tenang.  Ini mungkin hanya membutuhkan beberapa kali tarikan napas, atau memerlukan waktu beberapa menit saja. Tidak menjadi soal berapa lama waktu yang dibutuhkan. Anda tidak perlu terburu-buru.

Catatan
Hitungan yang dilakukan sebaiknya berpedoman pada denyut nadi kita masing-masing. Pada saat melakukan latihan ini, sebaiknya duduklah dalam posisi tegak dan tidak menyandar, agar sirkulasi energi anda lancar sehingga kita cepat dapat menenangkan diri.

Kita telah menguasai tubuh fisik kita. Kita memberikan kekuatan kepada getaran tubuh kasar dan dunia materi ketika kita tidak mengontrol wahana pikiran, perasaan dan getaran melalui latihan yang positif.

Untuk menyelesaikan tugas kita di dunia ini, kita harus mampu mengontrol tindakan, pikiran dan perasaan kita. Ketika kita belajar melakukannya, kita akan menyadari bahwa kita tidak lagi merisaukan orang-orang dan keadaan di sekitar kita. Kita jadi mampu menerima semua informasi, apakah itu informasi yang mengganggu atau yang sangat menggelikan, dan tepat seperti yang kita butuhkan untuk lebih jauh menuntaskan dan mengubah apa yang tidak kita butuhkan menjadi sesuatu yang berguna.

Untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam kehidupan ini, kita tidak seharusnya begitu saja atau dengan mudah terganggu oleh komentar yang menyenangkan atau tindakan seseorang yang menjengkelkan. Kita akan menganalisanya dulu untuk kemudian menentukan apakah itu berguna atau tidak untuk ditanggapi. Kita selalu harus bertindak dengan tenang, karena kita tahu bahwa tubuh, pikiran dan perasaan kita juga bisa gembira, bahwa kita juga bisa terbawa ke suatu tempat yang mungkin tidak sesuai dengan pencapaian yang kita kehendaki.

Kunci menenangkan diri

Kita adalah tuan dari tubuh kita, dan tubuh akan melaksanakan apa yang kita minta. Ini dapat kita lakukan dengan mudah kalau pada saat yang bersamaan kita juga melakukan pengaturan napas.

Mengapa menggunakan napas?

Kita menggunakan napas untuk menenangkan diri kita karena napas selalu bersama kita. Kita tidak memerlukan perkakas khusus apapun, atau mengingat setiap perincian seperti kalau kita menggunakan afirmasi baik itu secara visual ataupun verbal.

Napas kita merupakan cerminan langsung dari apa yang kita tanggulangi di dunia ini. Perhatikan bagaimana napas cenderung berubah menjadi pendek dan tidak teratur ketika kita sangat gembira atau tidak dapat menguasai diri. Juga perhatikan bagaimana tubuh kita hampir secara naluriah mendesah dan menguap, kalau kita merasa jengkel atau bosan. Kalau kita mengalami hal yang menyenangkan, napas kita menjadi kuat, dalam, penuh, lambat dan teratur.

Napas dapat kita gunakan sebagai pedoman dan pembimbing untuk mengetahui keadaan emosi kita, napas selalu memberitahu kita ketika kita fokus dan dalam keadaan yang cukup tenang.

———-

Komentar

  • Dhinda  On Mei 21, 2009 at 9:58 am

    Thx vo’ infrmtn

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 158 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: