Buku Sutra

BUKU SUTRA YANG TAK DAPAT DILIHAT

(MP 7)

Tetzugen, seorang murid Zen, merencanakan pekerjaan besar mencetak tujuh ribu buah buku Sutra, yang sampai saat ini belum ada yang dicetak dalam bahasa Jepang.

Ia menjelajah seluruh negeri untuk mengumpulkan dana bagi rencana ini. Beberapa orang kaya memberinya beratus-ratus keping uang emas, tetapi selebihnya yang diterimanya kebanyakan adalah uang receh dari para petani. Tetzugen menyatakan terimakasih yang sama kepada setiap penderma, tidak mempedulikan berapa jumlah uang yang mereka berikan.

Setelah selama sepuluh tahun, ia akhirnya dapat mengumpulkan seluruh dana yang diperlukan bagi rencananya itu. Tetapi justru waktu itu sungai Uji meluap dan ribuan orang mengungsi tanpa makanan dan tempat tinggal. Tetzugen membagikan semua uang yang dia kumpulkan selama bertahun-tahun bagi rencananya itu untuk meringankan penderitaan mereka.

Lalu ia mulai mengumpulkan dana lagi. Sesudah beberapa tahun lewat, sebelum dia mendapatkan uang yang dia butuhkan, terjadi serangan wabah penyakit diseluruh negeri, maka sekali lagi Tetzugen menyerahkan semua yang dia kumpulkan untuk rakyat yang menderita.

Sekali lagi dia melakukan perjalanan, dan dua puluh tahun kemudian, cita-citanya memiliki Kitab Suci dalam bahasa Jepang akhirnya menjadi kenyataan.

Percetakan yang menerbitkan buku Sutra untuk pertama kalinya ini berada di pertapaan Obaku, Kyoto.
Orang Jepang menceritakan kepada anak-cucunya bahwa Tetzugen telah tiga kali menerbitkan buku Sutra itu, dan, dua yang pertama tidak dapat dilihat, tetapi jauh lebih baik daripada yang ketiga.

———-

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.